
Arief Hidayat saat menyampaikan sambutan dalam acara purna bakti sebagai hakim Mahkamah Konstitusi (MK) di Gedung MK, Jakarta, Rabu (4/2). (Istimewa)
JawaPos.com — Arief Hidayat resmi pensiun sebagai hakim Mahkamah Konstitusi (MK), pada Rabu (4/12). Dalam sambutannya pada acara purna bakti, Arief mengungkapkan cerita pribadi yang dibalut guyonan, salah satunya terkait harapan terhadap masa depan cucunya.
Arief bercerita sempat bercanda mengenai keinginan agar cucunya lahir di Solo, Jawa Tengah. Candaan itu muncul saat anak bungsunya memiliki dua pilihan lokasi persalinan, yakni Semarang dan Solo, setelah diketahui calon anaknya berjenis kelamin laki-laki.
“Tapi yang lucu, anak saya yang bungsu setelah jadi dosen di UNS, saat akan melahirkan anaknya yang kecil, ada pilihan bisa melahirkan di Semarang dan bisa melahirkan di Solo," tutur dia.
"Anak saya, Angga, mengatakan, ‘Pak, ini katanya sudah di-USG anak saya laki-laki, berarti cucu Papa nanti laki-laki. Biar lahir di Solo ya? Karena kalau lahir di Solo bisa jadi presiden atau wakil presiden’,” kata Arief disambut tawa hadirin.
Menurut Arief, candaan tersebut berkaitan dengan anggapan bahwa Solo memiliki makna simbolik dalam perjalanan bangsa Indonesia. Karena kerap diasosiasikan dengan keberkahan kepemimpinan nasional.
“Karena Solo itu berkahnya Indonesia, katanya begitu. Tapi menjadi presiden atau wakil presiden yang baik itu doa saya pada cucu saya yang terakhir yang laki-laki ini,” ucapnya.
Arief juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat memiliki harapan agar salah satu anaknya menempuh jalur politik hingga menjadi wakil presiden. Namun, ia menyadari harapan tersebut tidak terwujud.
“Tapi saya sebetulnya pengen anak saya bisa jadi wakil presiden,” ujarnya.
Lebih lanjut, Arief menyampaikan rasa syukur karena anak-anaknya memilih jalur akademik dan berkarier sebagai dosen di perguruan tinggi negeri.
“Saya terima kasih pada anak-anak saya yang telah mendukung karier bapaknya, tidak merepotkan, tidak pernah aneh-aneh, tidak minta ini dan itu. Anak-anak memilih berkarier sebagai dosen, yang sulung di Undip dan yang bungsu di UNS, dan dua-duanya memang hanya ingin menjadi dosen,” pungkasnya.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
