Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 Desember 2025 | 05.45 WIB

Terhambatnya Pemulihan Listrik di Aceh Dinilai Karena Sulitnya Akses Infrastruktur

Pembangunan tower listrik darurat di daerah bencana Aceh. (Istimewa) - Image

Pembangunan tower listrik darurat di daerah bencana Aceh. (Istimewa)

JawaPos.com - Kerusakan infrastruktur kelistrikan akibat banjir dan longsor di sejumlah wilayah Aceh tergolong parah, terutama karena menyentuh jaringan utama seperti transmisi, gardu induk, hingga pembangkit. Di tengah kondisi tersebut serta akses lokasi yang sulit pascabencana, proses pemulihan listrik dinilai berlangsung cukup cepat.

Akademisi sekaligus Wakil Direktur IV Politeknik Negeri Lhokseumawe, Muhammad Arifai, menyebut tantangan terbesar pemulihan saat ini adalah kombinasi antara tingkat kerusakan yang berat dan hambatan akses menuju titik-titik terdampak.

“Tantangan terbesarnya ada pada rusaknya infrastruktur dan akses yang sulit. Namun di tengah kondisi itu, ritme pemulihannya tetap terbilang cepat,” kata Arifai, Rabu (10/12).

Arifai menjelaskan, setelah akses mulai terbuka dan perbaikan fisik dilakukan, tahapan paling krusial dalam pemulihan adalah proses sinkronisasi antara pembangkit dan sistem jaringan. 

“Sinkronisasi ini tidak bisa tergesa-gesa. Tegangan, frekuensi, dan fase harus benar-benar presisi. Kalau dipaksakan, risikonya bisa menimbulkan gangguan lanjutan,” tegasnya. 

Sebelum sinkronisasi, peralatan yang terendam banjir harus melalui pengeringan, pembersihan, inspeksi, dan pengujian agar aman saat dioperasikan kembali.

Setelah sinkronisasi, langkah lanjutan dilakukan untuk menjaga keandalan sistem, termasuk penyesuaian proteksi, pemantauan melalui SCADA, serta penyeimbangan beban antarwilayah agar tidak terjadi overload.

Arifai menambahkan, khusus wilayah longsor, pekerjaan kelistrikan hanya dapat dimulai setelah tanah benar-benar stabil. 

“Kalau tanah belum stabil lalu jaringan langsung dipasang, risikonya rusak kembali. Karena itu pekerjaan sipil dan kelistrikan harus berjalan seiring,” ucapnya.

Meski pemulihan tidak bisa dilakukan secara instan karena menyangkut keselamatan sistem, Arifai menilai percepatan tetap nyata terlihat. 

“Prosesnya memang bertahap, tapi percepatannya terukur dan terlihat di lapangan,” pungkasnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore