[ Selasa, 09 Februari 2010 ]
Dukungan Tokoh-Tokoh PDIP kepada Risma Mulai Mengalir
SURABAYA - Dukungan tokoh-tokoh PDIP kepada Kepala Bappeko Tri Rismaharini agar maju menjadi calon wali kota (cawali) terdengar hingga ke arus bawah. Imbasnya, berbagai kelompok masyarakat pun ikut mendorong Risma agar bersedia maju.
Kemarin (8/2), misalnya, dukungan itu ditunjukkan warga kampung dinamo Bratang Gede ketika dikunjungi Risma. Sejak di depan gang, nuansa dukungan sudah tampak. Di sana terdapat spanduk bertulisan "Selamat Datang Calon Wali Kota Surabaya 2010-2015". Risma baru datang sore karena siangnya masih mengerjakan pekerjaan rutin. ''Maaf, baru bisa datang sore hari,'' kata Risma kepada konstituennya.
Alumnus ITS itu tampak malu-malu ketika disapa dengan sebutan cawali oleh masyarakat. Tak lama bercengkerama dengan warga, Risma kemudian blusukan ke gang-gang kecil untuk melihat aktivitas para pekerja dinamo. Dia ditemani Sekretaris DPC PDIP Armudji dan tokoh setempat.
Risma diajak keliling mendatangi beberapa pengusaha dinamo. Sesekali terjadi dialog antara Risma dan pemilik bengkel dinamo. Risma juga menceritakan pengalamannya ketika pergi ke Hongkong beberapa tahun lalu. Saat itu, Risma ditanyai seseorang tentang ahli dinamo yang terkenal di Surabaya. ''Saat itu saya mikir, di Surabaya sebelah mana ya. Nah, sejak itu saya cari-cari dan ternyata ada di Bratang Gede,'' ucap Risma yang mengatakan beberapa kali ke tempat tersebut untuk mengakomodasi keperluan para pemilik dan mekanik dinamo.
Iwan Setiono, salah seorang pelindung komunitas dinamo Bratang Gede, mengatakan bahwa perhatian Risma sebagai kepala bappeko cukup besar pada komunitasnya. ''Sejak Bu Risma tahu di sini ada banyak pengusaha dan mekanik dinamo, dia meminta saya mengusulkan apa saja keperluan yang bisa membantu kawan-kawan,'' ucap pria yang juga ketua RW 6 itu.
Menurut Risma, pemkot memang perlu memperhatikan para pengusaha maupun mekanik dinamo di Bratang Gede. Sebab, dalam kalkulasi yang pernah dilakukan bersama para pengusaha, aliran uang di lokasi tersebut bisa mencapai Rp 2 miliar per hari. ''Oleh karena itu, pemkot harus melindungi kelangsungan para pemilik dan pekerja di sini,'' ucap Risma.
Dukungan warga terhadap Risma juga diterima oleh DPC PDIP. ''Beberapa sopir taksi bahkan mengucapkan selamat karena muncul wacana PDIP mengajukan Risma,'' kata Ketua DPC PDIP Surabaya Whisnu Sakti Buana. Kendati hasil survei resmi belum keluar, Whisnu mengatakan bahwa hal-hal kecil seperti itu menunjukkan, popularitas dan elektabilitas pasangan Risma-Bambang sangat tinggi. ''Padahal, ini belum resmi direkom dan belum resmi mulai kampanye pula,'' katanya.
Whisnu yakin, bila rekomendasi sudah turun, bukan hal sulit menggenjot popularitas dan elektabilitas Risma-Bambang. ''Apalagi, banyak surat dukungan yang masuk ke kami terkait pasangan ini. Kami sangat optimistis dengan kans Risma-Bambang,'' jelasnya.
Bendahara DPC PDIP Baktiono mengatakan, meski rekomendasi baru turun tiga minggu mendatang, pihaknya siap menggerakkan ratusan kader partai untuk mendukung Risma-Bambang. ''Dari atas sampai bawah, semua siap,'' tegasnya. Baktiono yakin, Risma bisa diunggulkan dalam pilwali. Sebagai analogi, Risma memiliki tingkat popularitas dan elektabilitas yang tinggi, bahkan jauh sebelum ingar- bingar pilwali. Kalau Risma sudah declare, tambah Baktiono, tingkat keterpilihannya akan menanjak pesat.
''Dari beberapa lembaga survei, memang tingkat keterpilihan Risma stagnan. Tapi, tolong dicatat, Bu Risma saat itu belum mengiyakan untuk maju. Kalau sudah ngomong iya, wah akan luar biasa,'' katanya.
Ketua Komisi D DPRD Surabaya itu menambahkan, dirinya sudah mengamati Risma selama 10 tahun terakhir. Karakter, kepribadian, dan pengalamannya sangat klop dengan Wali Kota Bambang D.H. Apalagi, tambah Baktiono, Risma adalah sosok yang loyal. ''Tidak seperti yang lain. Sudah dimajukan, tetapi pindah partai dan jadi kutu loncat,'' tegasnya.
Sekretaris DPC PDIP Armuji menambahkan, saat ini yang hendak digarap adalah segmen kelas menengah ke bawah. Golongan masyarakat ini belum banyak membaca koran. Oleh karena itu, hampir bisa dipastikan mereka tidak banyak mengetahui sepak terjang Risma sebagai birokrat andal. Padahal, tambah Armuji, Risma adalah sosok birokrat yang terbukti hasil kerjanya. Risma juga relatif bersih di pemerintahan, pekerja keras, serta punya visi dan misi yang jelas dalam pembangunan kota.
''Semuanya sudah nyata dan terbukti. Tinggal kita menyosialisasikannya,'' tegasnya. ''Saya yakin dengan kekuatan mesin politik kami, suara Risma akan melonjak drastis,'' tambahnya. (gun/ano/nur/oni)