Kamis, 02 September 2010
 
[ Kamis, 02 September 2010 ]
Ganti Personel Nilai Berkurang
Technical Meeting Grand Final

SURABAYA - Satu tahapan menjelang grand final Festival Ramadan Jawa Pos telah dilalui. Kemarin (1/9) panitia mengadakan technical meeting (TM) bersama para finalis lomba nasyid, kasidah rebana, dan hadrah al banjari di ruang rapat redaksi lantai 4 Graha Pena. Dalam pertemuan tersebut, para peserta menyatakan siap menyajikan yang terbaik saat pementasan.

Dalam rapat itu, panita membahas aneka persiapan menuju grand final. Mulai teknis penampilan, busana, lagu, hingga pembatasan siapa yang boleh menjadi peserta. Untuk yang terakhir, panitia sangat tegas dalam menentukan siapa yang boleh tampil. Sebab, panitia ingin mendapatkan juara yang benar-benar solid dan kompak. "Peserta tidak boleh ditambah atau dikurangi," tegas Sujatmiko, koordinator Festival Ramadan Jawa Pos.

Dia menandaskan bahwa anggota yang tampil saat penyisihan harus bermain lagi dengan komposisi sama. Kecuali, ada anggota yang memang harus diganti karena beberapa alasan krusial. Seperti sudah keluar dari kelompok, sakit keras, atau meninggal. Jika peserta melanggar ketentuan tersebut, dewan juri akan menjatuhkan sanksi berupa pemotongan nilai sampai pencabutan gelar pemenang.

Besaran potongan nilai itu beragam. Untuk vokalis utama yang diganti, ada pengurangan nilai 10 persen dari tiap juri. Kalau ada tiga juri, nilai kelompok tersebut langsung tereduksi 30 persen. Sedangkan pergantian personel lain nonvokal akan dikenai potongan nilai 5 persen tiap juri. "Namun, kalau hanya rolling posisi antaranggota kelompok, tidak ada masalah," imbuhnya.

Sujatmiko sangat menekankan hal tersebut karena pelanggaran yang dilakukan sama dengan berbuat curang. Inti festival yang baru pertama dihelat ini menjaring bibit seniman Islam. Tidak hanya berkutat pada masalah juara dan hadiah yang bisa didapatkan. Untuk mengantisipasi kecurangan, saat daftar ulang, wajah peserta akan dicocokkan dengan dokumentasi panitia.

Untuk teknis penampilan, panitia mewajibkan peserta menyerahkan lirik lagu yang dinyanyikan. Itu berfungsi sebagai kontrol atas cara pengucapan atau pelafalan lirik lagu. Sama dengan penampilan saat audisi kawasan, setiap kelompok punya jatah waktu sepuluh menit untuk berekspresi. Lagu yang diberikan juga bebas. "Ini saat yang tepat untuk menunjukkan kemampuan maksimal peserta," tuturnya.

Khusus untuk jingle Festival Ramadan Jawa Pos, panitia meminta peserta menyanyikannya. Tidak hanya disebutkan secara biasa. Setiap kelompok diberi kesempatan untuk berkreasi dengan jingle minimal 30 detik. Menurut juri Nasyid A. Cholik, jingle bisa menjadi penentuan kreativitas kelompok. "Karena itu, sebisa mungkin dibuat orisinal," ungkapnya.

Terkait dengan persiapan jelang pementasan, panitia mempersilakan para peserta untuk melakukan check sound pada pukul 16.00. Namun, uji coba tersebut terbatas hingga buka puasa. Lebih dari itu tidak boleh. Ini penting karena grand final nanti rencananya disiarkan secara langsung oleh JTV. Maka, peserta perlu membiasakan diri untuk tampil di panggung seluas 10 x 8 meter yang dibangun di halaman Graha Pena tersebut. (dim/c9/mik)

---

FINALIS GRAND FINAL

Nasyid

1. As Syifa, Kedinding Kenjeran Surabaya

2. Senapan Brothers, SMKN 3 Buduran Sidoarjo

3. Nurul Qolbi, Griya Kebraon, Surabaya

4. Revha Voiche, Margodadi Surabaya

Qasidah

1. Nabila Nada, Ponpes Al Jihad Jemursari

2. Al Barokah, Jemur Ngawinan

3. Az Zahro, Kupang Gunung Barat

4. Al Amanah, Siwalankerto

Hadrah

1. Al Jalalah, Karah IV (Panti Al-Hasan Putera)

2. Ihya' Ut Turots, ITS Surabaya

3. Syauqul Habib, Candi Waru, Sidoarjo

4. Al Mahfud, Wedoro Waru, Sidoarjo