[ Sabtu, 22 Agustus 2009 ]
Perdamaian ala Saiful Hadjar
SURABAYA - Sebuah performa yang sederhana tapi sarat makna dilakukan Siaful Hadjar, seniman Surabaya yang juga dikenal sebagai penggiat Kelompok Seni Rupa Bermain (KSRB) di gedung Pusat Kebudayaan Prancis (CCCL) kemarin (21/8). Dia mengajak beberapa seniman asing yang datang, bertukar. Dia bersedia menukar sketsa karyanya, dengan apa saja.
"Ini adalah simbol perdamaian. Bagaimana kita yang berbeda bangsa, negara dan agama, bisa duduk bersama dan percaya untuk bertukar sesuatu," katanya. Dia pun lantas mengajak Demosthenes Agrafiotis, seniman dari Yunani, untuk melaksanakan ritual pertama. Keduanya duduk berhadapan, lantas Saiful membuat sketsa wajah Agrafiotis yang membuat sketsa acak. Setelah selesai, mereka saling bertukar karya.
Aksi berjudul Unjuk Gigi dilakukan Saiful merupakan bagian dari Pesta Seni Performa bertajuk X-Change 2009. Acara itu berlangsung selama tiga hari dan kemarin, merupakan hari terakhir. Selain Saiful, seniman Surabaya lain yang terlibat adalah Agus Koecink. Dia menampilkan aksi Menjadi Jawa. Seperti Saiful, dia juga melibatkan seniman asing yang berpartisipasi dalam acara kali ini.
Acara yang pertama kali berlangsung di Surabaya ini memang menghadirkan beberapa seniman asing. Di antaranya adalah Mark Salvatus dari Filipina serta Paul Nazareth dari Brazil. Khusus untuk Salvatus, dia melakukan performa selama tiga hari. Puncaknya kemarin sore. Dia membuka Museum Nasional. Ini bukanlah museum betulan. Melainkan salah satu dinding di CCCL.
Yang unik, dinding tersebut berisi patron benda paling berharga dari siapa saja yang mengunjungi CCCL. Bisa telepon genggam, bisa juga gantungan kunci. Nah patron-patron ini kemudian disusun menjadi sebuah peta yang acak. Jejak benda itulah yang menjadi penghuni museum nasional ala Salvatus. (any/tia)