Selasa, 09 Februari 2010
 
[ Rabu, 19 Agustus 2009 ]
Pesta Seni Performa X-Change 2009 di CCCL
SURABAYA - Hari ini, Surabaya bakal menyaksikan sebuah pentas seni internasional. Pergelaran bertajuk Pesta Seni Performa X-Change 2009 yang berlangsung hingga 21 Agustus yang dipusatkan di kompleks Pusat Kebudayaan Prancis (CCCL) tersebut menghadirkan para seniman dari berbagai negara.

''Seni performa ini belum banyak dikenal masyarakat. Padahal, di dunia, seni itu sudah lama tumbuh dan berkembang,'' jelas Atieq S.S. Listyowati, salah seorang seniman yang terlibat dalam pertunjukan kolaborasi tersebut, kemarin (18/8).

Menurut dia, performance art itu berbeda dari yang selama ini dikenal masyarakat. ''Seni performa ini lebih ke pertunjukan. Seni ini juga menjadi salah satu perlawanan terhadap anggapan bahwa seni itu harus selalu berkaitan dengan keindahan,'' kata perempuan berkacamata tersebut.

Karena itulah, seni performa juga membuka peluang adanya interaksi antara sang seniman dengan penonton. Misalnya, yang akan ditampilkan Paul Couillard. Seniman asal Kanada tersebut tahun lalu tampil di Beijing, Tiongkok. Selama tiga hari, dia berseliweran di salah satu stadion dan meminta orang yang ditemuinya menumpahkan rasa sakit yang mereka alami kepada dirinya.

Caranya, mereka diminta mengambil band-aid (plester), menulis di atasnya, lantas menempelkan band-aid tersebut di sekujur tubuhnya, termasuk di wajah. ''Rasa sakitnya bermacam-macam. Bisa sakit fisik atau sakit hati karena marah, cinta, dan sebagainya,'' kata Paul.

Ketika ditanya bentuk seni yang akan ditampilkan di CCCL nanti, Paul hanya tertawa. ''Rahasia. Kalian harus datang. Yang pasti, saya tidak akan menampilkan aksi yang sama dua kali. Aksi saya nanti dipengaruhi kondisi dan situasi masing-masing negara,'' jelasnya.

Selain Paul, ada Demosthenes Agrafiotis dari Yunani, Eric Letourneau dari Kanada, Inari Virmakoski dari Finlandia, Mark Salvatus dari Filipina, serta Paulo Nazareth dari Brazil. Dari kalangan seniman Jawa Timur, ada Agus Koecink, Taufik Monyong, Benny Wicaksono, Noor Ibrahim, Saiful Hadjar, serta Samin Community. Mereka selama ini dikenal intens bergelut di dunia seni performance art lewat media masing-masing. (any/ari)

 


HALAMAN KEMARIN