Jum'at, 03 September 2010
 
[ Senin, 25 Mei 2009 ]
Perwira yang Diduga Terlibat Cukai Palsu Akui Kenal Tersangka
SURABAYA - Pengamanan Internal Bidang Profesi dan Pengamanan (Paminal Bid Propam) Polda Jatim terus memeriksa dua perwira yang diduga terlibat sindikat cukai palsu Bambang Soegiharto. Namun, polisi sulit mengambil kesimpulan. Sebab, dua perwira tersebut masih berdalih.

Hingga kemarin, belum ada kepastian status Kombespol Ignatius Sumbodo dan AKP K yang diperiksa itu. Informasi yang diperoleh Jawa Pos dari lingkungan Polda Jatim menyebutkan, pemeriksaan tersebut difokuskan untuk menguak hubungan para perwira itu dengan tersangka lain.

Hasilnya, Sumbodo mengaku kenal dekat. Nah, kedekatan itulah yang menjadi dalih bagi dua perwira tersebut. Lantaran mengaku cukup dekat, Sumbodo tak curiga saat Bambang meminjam mobilnya. "Dia mengaku tidak tahu mobil itu mau dipakai apa. Dia juga mengaku tidak tahu-menahu soal bea cukai palsu itu. Termasuk paket kiriman yang dialamatkan kepadanya," kata sumber Jawa Pos.

Polisi belum sepenuhnya percaya dengan dalih tersebut. Karena itu, mereka akan dikonfrontasi dengan empat tersangka. "Termasuk masih didalami soal hubungan mereka," katanya.

Sayang, para pejabat terkait di lingkungan Polda Jatim mulai tertutup soal pemeriksaan terhadap Sembodo. Kabid Propam Polda Jatim Kombes Pol A. Lumumba saat dikonfirmasi tadi malam memilih tutup mulut. "Belum ada perkembangan. Masih proses," ujarnya.

Lumumba juga enggan menjawab soal dalih yang disampaikan Sembodo terkait dengan keterlibatannya. "Nanti jika semua sudah final, tentu akan diketahui," katanya singkat.

Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Pudji Astuti saat dikonfirmasi soal tersebut juga enggan berkomentar banyak. Dia menegaskan, pihaknya baru melakukan pemeriksaan awal. "Kita masih mencari apakah ada pelanggaran disiplin atau pelanggaran kode etik," katanya.

Menurut Pudji, pemeriksaan itu belum menghasilkan kesimpulan apa pun. Pasalnya, polisi memang harus melakukan beberapa tahap sebelum mengambil kesimpulan.

Selain itu, materi pemeriksaan diarahkan pada penggunaan KIA Sedona, mobil atas nama istri Sembodo, untuk mengangkut cukai palsu. "Memang sudah mengarah, tapi belum ada penetapan tersangka," imbuh mantan anggota legislatif tersebut.

Seperti diberitakan, tim gabungan Bea Cukai-Den Intel-Polri menggerebek sebuah rumah di Jalan Jemur Andayani XI/5-7 Minggu siang (17/5). Penggerebekan itu merupakan pengembangan pengungkapan kasus cukai palsu Bambang Soegiharto cs di Jakarta.

Kasus itu menyeret dua perwira yang diduga terlibat dalam sindikat tersebut. Dugaan keterlibatan Sembodo dalam sindikat itu memang cukup kuat. Pasalnya, mobil miliknya dipermak untuk menjamin kelancaran pengiriman 15 rim cukai rokok palsu senilai Rp 500 juta. (ris/ano/dos)