Jum'at, 03 September 2010
 
[ Rabu, 01 April 2009 ]
Ditawari Rekaman di Malaysia
SATU prestasi kembali diraih anak muda Surabaya. Rabu (29/3), grup band indie Ritmic Traumatic asal kota ini dinobatkan sebagai band rock terbaik versi kompetisi AVIMA (Asia Voice Independen Music Award). Ajang itu diselenggarakan voize.my, situs hiburan dan gaya hidup di Malaysia.

Kemenangan Ritmic Traumatic sebenarnya tidak ada dalam bayangan kelima personelnya: Raymond Johan W. (vokal), Novan Vipri A. (gitar), Wisnu Yoga P. (rhythm), Filimond Louise (bas), dan Haryono (drum). Sebab, mereka harus bersaing dengan band-band indie dari berbagai negara di Asia. Indonesia mengirimkan tujuh wakilnya.

''Paling banyak dari Jakarta dan Bandung. Dari Surabaya hanya Ritmic Traumatic,'' kata Henry Yuono, manajer band beraliran rock and roll tersebut.

Meski demikian, mereka tetap percaya diri. Sebab, lagu mereka sempat di-review dan diputar di oleh rockandrollreport.com, majalah online khusus rock and roll asal Inggris.

Henry menjelaskan, karena Ritmic Traumatic adalah band indie, banyak aktivitas yang mereka lakukan memanfaatkan media online. Karena itu, respons yang ada kebanyakan dari luar negeri. ''Kami juga tidak memasukkan demo ke label dalam negeri. Jujur saja, pasar rock and roll di Indonesia tidak terlalu luas. Karena itu, kami memanfaatkan pasar luar negeri.''

Mungkin karena kiprah mereka di dunia maya banyak diketahui peminat musik luar negeri, awal tahun lalu mereka ditawari untuk terlibat dalam AVIMA. Mereka diminta mengirimkan tiga lagu dalam format MP3. Satu di antaranya disertai klip video. ''Kami kirim lagu Get Back, Perfect Guy, dan Alpha of My Life. Yang Get Back kami buatkan klip video sederhana,'' jelas Yoga.

Menurut catatan panitia, total ada 3.000 band indie yang terlibat dalam ajang tersebut. Karena itu, AVIMA disebut-sebut sebagai kompetisi band indie terbesar yang pernah ada. Para peserta berasal dari berbagai negara di Asia. Di antaranya, Korea Selatan, Thailand, dan Uni Emirat Arab. Malaysia sebagai tuan rumah mengirimkan peserta terbanyak, yakni 36 band dari berbagai aliran.

Ribuan band itu kemudian dikerucutkan menjadi 22 kategori. Dari masing-masing kategori, dipilih sepuluh nomine. Mereka kemudian dipilih lagi oleh juri (70 persen) dan pilihan pengunjung situs voize.my (30 persen). Proses penilaian berlangsung pada 1-26 Maret lalu. Sedangkan pemenang diumumkan 29 Maret.

''Pas pengumuman, kami sedang kumpul di markas. Waktu tahu menang, rasanya sangat bangga,'' ungkap Yoga.

Kebanggaan tersebut beralasan karena nama mereka terpampang bersama band-band indie lainnya yang lebih dulu terkenal. Termasuk band Indie asal Indonesia seperti Everybody Loves Irene dan Overload Romance.

Berdasar penilaian, Ritmic Traumatic terpilih sebagai pemenang ketiga untuk kategori Best Rock Act. Peringkat pertama dan kedua milik Mother Jane dari India dan Pop Shuvit dari Malaysia. ''Dari 22 kategori, hanya tiga yang dipilih juara satu sampai tiga. Yakni, lagu rock terbaik, band rock terbaik, dan vokalis rock terbaik. Sisanya hanya juara satu,'' kata Henry.

Tampaknya, kemenangan itu membawa keberuntungan bagi Ritmic. Selang sehari dari pengumuman, band yang dibentuk pada 1 September 2007 tersebut langsung dikontak NSR Records, salah satu perusahaan rekaman asal Malaysia. ''Mereka mengajak kami rekaman. Tapi, belum ada penjelasan detailnya. Kami masih kontak-kontakan lewat e-mail,'' ungkapnya. (any rufaidah/ari)