[ Kamis, 22 Juli 2010 ]
Pecahkan Rekor, Pijat Warga Miskin
DUKUH PAKIS - Pendapa Kelurahan Prada Kalikendal kemarin (21/7) berubah menjadi tempat pemijatan masal. Sekitar 75 warga miskin dari wilayah kelurahan tersebut bergantian merasakan nikmatnya pijatan terapis dalam acara Terapi Amal dan Pemecahan Rekor Muri Reflexiologi, Acupressure, Chiropratic serentak di seluruh cabang Nakamura Indonesia.
"Selain berniat memecahkan rekor Muri, kami ingin beramal lewat pemberian pemijatan gratis ini," tutur Piet Gunawan, pemilik Nakamura Reflexology, Acupressure, Chiropractic Surabaya.
Menurut Lurah Prada Kalikendal Mulyo Suprobo, kegiatan tersebut amat bermanfaat bagi warganya yang kurang mampu. Sebab, sebagian besar warga yang bekerja sebagai buruh bangunan itu tentu tak punya uang yang cukup bila hendak menjalani terapi. "Setidaknya, melalui acara ini, mereka bisa merasakan terapi pemijatan gratis," tutur Mulyo.
Seluruh warga yang datang tampak menikmati pemijatan selama sekitar 30 menit yang diberikan oleh para terapis. Mulai reflexiologi, acupressure, dan chiropractic. Macam pijatan yang diterima warga berbeda, bergantung keluhan masing-masing orang.
Acupressure merupakan pemijatan yang diberikan ke bagian tubuh dari kaki hingga wajah. Chiropractic berguna untuk penyelarasan tulang dan otot bagian belakang. Sedangkan reflexiologi merupakan penekanan tertentu pada telapak kaki hingga betis.
Rasa pegal dan pusing seakan hilang dari tubuh mereka sejenak setelah dipijat terapis. Itu pula yang dirasakan Suryati, 45, warga Pradah.
Dia mengatakan, dirinya menderita tekanan darah rendah selama lima tahun. Setelah dipijat, dia merasa sedikit nyaman dan lega. (war/c8/fid)