Kamis, 09 September 2010
 
[ Senin, 08 Februari 2010 ]
Hari Ini Sertifikat Program Safari Diklat Jurnalistik Bisa Diambil
SURABAYA - Sertifikat program Safari Diklat Jurnalistik sudah bisa diambil mulai hari ini di redaksi Jawa Pos lantai 4 gedung Graha Pena Jalan A. Yani 88. Pengambilan bisa dilakukan di Bu Luluk pukul 09.00 hingga 15.00. Untuk konfirmasi, bisa menghubungi nomor 031-8202200. Sertifikat hanya diberikan pada guru yang belum mengambil saja. Sebab, ada beberapa guru yang sudah mengambil lebih dulu.

Ketua Program Safari Diklat Jurnalistik Guntur Prayitno menjelaskan bahwa ada dua sertifikat yang dibagikan hari ini. Yang pertama adalah sertifikat peserta diklat penulisan opini. Sertifikat itu diberikan kepada guru peserta diklat. Syaratnya, guru yang bersangkutan mengikuti seluruh sesi, sejak awal hingga akhir. Yaitu sesi pertama untuk teori dan sesi kedua praktik. ''Jika ikut salah satu saja, sertifikat tidak kami berikan,'' ujar Guntur.

Yang kedua adalah sertifikat bincang pendidikan bersama Dahlan Iskan. Sama seperti sertifikat pertama, pemberian sertifikat bincang pendidikan itu juga bersyarat. Yang diberi bukan guru yang terdaftar sebagai peserta diklat jurnalistik. Melainkan guru yang datang dan melakukan registrasi sebelum acara bincang pendidikan. Jadi, guru, meski terdaftar tapi tidak datang atau tidak melakukan registrasi, tidak akan mendapatkan sertifikat. "Datang pun, kalau tidak registrasi, ya tidak dibuatkan sertifikat," tegasnya.

Pengambilan sertifikat tidak boleh sendiri-sendiri. "Kolektif. Cukup wakil per sekolah saja,'' kata Guntur.

Saat mengambil, guru yang ditugasi harus membawa surat pengantar dari kepala sekolah. Isinya, guru tersebut memang diberi kewenangan untuk mengambil sertifikat. Selain mendapat sertifikat, guru yang bertugas mengambil juga akan dititipi CD rekaman Lomba Baca Berita (LBB) di JTV. CD tersebut berisi keseluruhan acara grand final LBB. Ketika itu setiap sekolah mengirim seorang siswanya yang menjadi juara pertama LBB di sekolahnya.

''CD itu bukan untuk guru, melainkan siswa yang ikut grand final LBB,'' ujar Guntur. Jika pihak sekolah menginginkan, CD itu bisa dikopi sendiri.

Sementara itu, Program Untukmu Guruku 2010 diselenggarakan mulai Juni nanti. Keputusan itu diambil setelah panitia melakukan hearing dengan guru-guru dan kepala sekolah. Bulan-bulan ini sekolah sedang sibuk mempersiapkan ujian nasional.

''Agar program ini berjalan maksimal dan benar-benar membawa manfaat bagi guru dan siswa, kami putuskan mengundur waktu pelaksanaannya,'' jelas Guntur. (sha/dos)