[ Sabtu, 02 Januari 2010 ]
Banyak Kecelakaan, Polisi Nyatakan Zero Accident
SURABAYA - Kecelakaan lalu lintas selalu mewarnai perayaan malam tahun baru. Puluhan orang masuk rumah sakit akibat kecelakaan. Entah apa yang dikerjakan polisi lalu lintas pada malam pergantian tahun itu. Kemarin (1/1) Polwiltabes Surabaya menyatakan zero accident alias tidak terjadi kecelakaan.
Kenyataan di lapangan, di RSUD dr Soetomo, 35 orang masuk rumah sakit akibat kecelakaan lalu intas. Jumlah tersebut memang turun jika dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 44 orang. ''Saya tidak tahu penurunannya karena apa. Mungkin karena hujan ini, jadi banyak yang tidak keluar rumah,'' ujar Ketua Forum Pers RSUD dr Soetomo dr Urip Murtedjo SpBK(L).
Hampir keseluruhan pasien merupakan korban kecelakaan lalu lintas karena ugal-ugalan serta tidak memakai helm saat berkendara. Luka-luka yang diderita kebanyakan korban berupa robek maupun patah tulang. Hingga kemarin tidak ada korban yang meninggal dunia.
Korban kecelakaan berdatangan sejak pukul 12.45. Korban pertama bernama Anton M., 19, dan Sujatmiko, 17. Kedua warga Baratajaya tersebut adalah korban tabrak lari. Malam itu dua pemuda yang diduga mabuk tersebut melintas di Jalan Pucang Adi. Mungkin karena oleng, mereka tertabrak mobil.
Sementara di RSU dr Soewandhi, terdapat tiga orang yang masuk RS karena kecelakaan. Jumlah korban kecelakaan di rumah sakit tersebut memang menurun. "Tahun lalu, yang kecelakaan lebih banyak. Jumlahnya ada kalau sekitar 15 orang," kata Berlian Heroika, petugas RSU dr Soewandhi yang berjaga di loket IRD.
Hal serupa terjadi di Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari. Dua pasien masuk RS karena kecelakaan. "Tapi, tidak parah. Hanya lecet-lecet biasa," kata dr Erwina, wakil direktur RSI Jemursari.
Yang mengherankan, meski terjadi kecelakaan di sana-sini, polisi menyatakan pesta tahun baru zero accident. "Semua jajaran nihil. Tidak ada kejadian lalu lintas sama sekali," kata Kasatlantas Polwiltabes Surabaya AKBP Agus Wijayanto.
Dengan bangga Agus mengatakan zero accident dicapai lantaran seluruh personel Polwiltabes Surabaya dibantu ratusan personel Polda Jatim disiagakan sejak sore di berbagai ruas jalan metropolis. "Kami tempatkan anggota di simpul-simpul jalan yang rawan macet dan rawan kecelakaan," ungkap Agus penuh percaya diri.
Selain itu, Agus menyatakan polisi telah menindak para pelanggar lalu lintas di malam tahun baru. Di jalanan wilayah hukum Polwiltabes Surabaya, pihaknya telah menindak 78 kendaraan roda dua. Mayoritas berkaitan dengan pelanggaran penggunaan knalpot yang memekakkan telinga. Ada juga yang disebabkan pengemudinya tak menggunakan helm dan tidak membawa surat-surat.
Malam tahun baru juga diwarnai penertiban sejumlah kafe dan kelab malam oleh satpol PP. Tempat hiburan yang ditertibkan adalah Dollar Café, Resto, dan Kelab Malam. Izin usaha rumah hiburan umum (RHU) di Jalan Kusuma Bangsa 100 tersebut habis sejak 25 Juli 2009. ''Atas dasar itulah kami melakukan penutupan,'' jelas Plt Kepala Satpol PP Arief Budiarto kemarin.
Mantan camat Gubeng tersebut menambahkan, penutupan itu tidak berlaku selamanya. Jika izin usaha kepariwisataan sudah turun, RHU tersebut bisa beroperasi lagi. (nur/kuh/sha/lum/rum)