Jum'at, 03 September 2010
 
[ Sabtu, 28 November 2009 ]
Martono-Gatot Saling Klaim
Perebutan Kursi Ketua DPD Golkar Jatim

SURABAYA - Gong perebutan kursi ketua DPD Partai Golkar Jatim akhirnya ditabuh dalam musyawarah daerah (musda) di Hotel Singgasana tadi malam. Hingga kini, tiga calon diperkirakan bersaing ketat. Mereka adalah Wakil Ketua DPD Golkar Gatot Sudjito, Bupati Tuban Haeny Relawati, dan Martono, mantan tim sukses Gubernur Soekarwo.

Para calon akan memperebutkan 42 suara yang merupakan representasi dari DPD kota/kabupaten dan organisasi sayap Golkar (lihat grafis). Namun, hingga tadi malam, pusaran suara disebut mengarah pada Martono dan Gatot. Kedua tokoh itu optimistis bakal memenangi perebutan kursi ketua DPD, menggantikan Soenarjo. Gatot dan Martono juga mematok target menang satu putaran alias aklamasi. Berdasar juklak pemilihan yang dikeluarkan DPP, seorang calon yang mendapat dukungan lebih dari 50 persen otomatis ditetapkan sebagai ketua.

''Minimal 30 persen, kalau tidak mampu 50 persen plus satu. Persentase segitu tetap bisa mengikuti tahap berikutnya,'' kata Gatot sebelum pembukaan musda kemarin (27/11). Dia berupaya mengumpulkan dukungan dari DPD kabupaten/kota sebanyak-banyaknya. Alasannya, menurut ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jatim itu, 38 suara dari DPD kabupaten/kota setara 90 persen dari total 42 suara yang diperebutkan. Hanya, Gatot yang menjabat ketua organizing committee (OC) musda tidak bersedia menyebutkan jumlah DPD kabupaten/kota yang bakal mendorongnya.

Bagi dia, yang terus dilakukan adalah meningkatkan intensitas komunikasi, koordinasi, dan silaturahmi. Selama beberapa bulan terakhir, dia merapatkan barisan ke seluruh komponen partai berlambang beringin di tingkat kabupaten/kota. Dengan kemenangan aklamasi, pemilihan lebih efisien dan tidak bertele-tele.

Sementara itu, Martono juga yakin meraih dukungan mayoritas. Konfidensi dosen Universitas Surabaya (Ubaya) itu meningkat setelah bicara dari hati ke hati dengan kebanyakan pimpinan DPD kabupaten/kota. ''Sedikitnya 32 pimpinan DPD kabupaten/kota seperti ketua atau sekretaris menyatakan berkomitmen membesarkan Golkar bersama saya,'' tutur Martono.

Namun, mantan ketua Pemuda Kosgoro Surabaya tersebut belum berani memastikan dukungan lisan itu terealisasi seluruhnya. Dia mencontohkan sebelum munas Golkar awal Oktober lalu. Kala itu, mayoritas DPD merapat ke seluruh kandidat pengganti ketua umum Jusuf Kalla. Sikap DPD Jatim malah mendua antara ke Surya Paloh dan Aburizal Bakrie. ''Itu dinamika politik. Lebih baik dibuktikan saja saat musda nanti,'' tukasnya.

Pembukaan musda dihadiri sejumlah pengurus DPP. Di antaranya, Ketua Bidang Hubungan Legislatif dan Lembaga Politik Priyo Budi Santoso, Wakil Bendahara Umum Airlangga Hartarto, dan Mustoko Weni. ''Ketua Umum Aburizal Bakrie akan menutup musda Minggu sore (29/11),'' timpal ketua steering committee (SC) Machmud Sardjujono. (sep/oni)