
seseorang yang diam-diam meremehkan temennya (Magnific/alexkich)
JawaPos.com - Dalam interaksi sosial, tidak semua orang menunjukkan apa yang benar-benar mereka pikirkan.
Kadang seseorang tampak ramah, tapi di balik itu ada penilaian rendah terhadap kemampuan, nilai, atau potensimu. Psikologi sosial menjelaskan bahwa perilaku seperti ini sering muncul dari kombinasi bias, kompetisi sosial, dan kebutuhan untuk merasa lebih unggul.
Dilansir dari Expert Editor, terdapat 9 tanda umum yang sering muncul ketika seseorang diam-diam meremehkanmu.
1. Mereka “merendahkan secara halus” (subtle put-downs)
Orang yang meremehkan sering tidak menghina secara langsung. Mereka memakai komentar yang dibungkus humor atau sarkasme.
Contohnya:
“Wah kamu berhasil juga ya, kirain nggak bakal sampai situ.”
“Lumayan lah untuk ukuran kamu.”
Dalam psikologi, ini disebut microaggression verbal—bentuk komentar kecil yang tampak ringan, tapi sebenarnya mengurangi nilai orang lain secara psikologis.
2. Mereka jarang benar-benar mendengarkanmu
Saat kamu berbicara, mereka:
sering memotong pembicaraan
terlihat tidak fokus
cepat mengalihkan topik
Ini menunjukkan selective attention bias, di mana seseorang hanya memberi perhatian penuh pada orang yang mereka anggap “bernilai tinggi”.
3. Mereka meremehkan ide-idemu tanpa benar-benar mempertimbangkan
Jika kamu memberi saran, respons mereka sering:
“Ah, itu terlalu sulit.”
“Nggak akan berhasil sih menurutku.”
Tanpa diskusi mendalam.
Secara psikologis, ini terkait dengan status threat response—mereka secara tidak sadar menganggap ide orang yang mereka remehkan tidak layak dipertimbangkan serius.
4. Mereka hanya menghubungi saat butuh sesuatu
Orang yang meremehkan sering tidak membangun hubungan timbal balik.
Ciri-cirinya:
jarang menghubungi duluan
hanya muncul saat butuh bantuan
menghilang setelah mendapat apa yang mereka mau
Ini berkaitan dengan instrumental relationship mindset, yaitu melihat orang lain sebagai alat, bukan setara.
5. Bahasa tubuh mereka menunjukkan kurang respek
Tanpa sadar, tubuh sering “jujur”. Tanda-tandanya:
tidak menatap saat kamu bicara
ekspresi datar atau sinis
sering menyilangkan tangan dengan sikap defensif
posisi tubuh menjauh
Psikologi komunikasi menyebut ini sebagai nonverbal devaluation cues.
6. Mereka sering membandingkanmu dengan orang lain (yang lebih “unggul” menurut mereka)
Contoh:
“Temanku si A lebih cepat sukses sih.”
“Kalau dia bisa, kamu juga harusnya bisa dong.”
Ini bukan motivasi sehat, tapi bentuk social comparison downward/upward manipulation, di mana seseorang sengaja menempatkanmu di posisi lebih rendah dalam perbandingan sosial.
7. Mereka tidak memberi pujian yang tulus (atau sangat minim)
Kalau pun memberi pujian, biasanya:
terasa dipaksakan
disertai “tapi…”
atau sangat umum dan dingin
Contoh:
“Ya bagus lah… tapi masih biasa aja.”
Dalam psikologi, ini berkaitan dengan withholding reinforcement, yaitu menahan penguatan positif agar seseorang tidak merasa terlalu diakui.
8. Mereka mengabaikan pencapaianmu
Saat kamu berhasil, respons mereka:
datar
cepat mengganti topik
atau bahkan tidak merespons sama sekali
Ini disebut selective invalidation, yaitu mengabaikan informasi yang tidak sesuai dengan persepsi mereka tentang dirimu.
9. Mereka “terkejut berlebihan” saat kamu berhasil
Ironisnya, saat kamu sukses:
mereka terlihat kaget
seolah itu “tidak masuk akal”
atau berkata “wah, nggak nyangka kamu bisa”
Ini adalah bentuk expectancy bias—mereka sudah punya ekspektasi rendah, sehingga keberhasilanmu dianggap anomali, bukan hasil kemampuan.
Penutup: Tidak semua perilaku berarti kebencian
Penting untuk diingat bahwa tidak semua tanda di atas berarti seseorang benar-benar meremehkanmu. Dalam psikologi, konteks sangat penting. Bisa saja:
mereka tidak peka secara sosial
mereka punya gaya komunikasi dingin
atau mereka tidak menyadari dampak perilakunya
Namun jika pola ini konsisten, itu bisa menunjukkan adanya persepsi rendah terhadap nilai dirimu dalam pikiran mereka.
Yang lebih penting daripada membaca orang lain adalah:
bagaimana kamu menjaga batasan
bagaimana kamu merespons tanpa kehilangan harga diri
dan bagaimana kamu tetap fokus pada perkembangan diri

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
