
seseorang yang memiliki ikatan kuat dengan anak-anak (Freepik/user15694850)
JawaPos.com - Hubungan antara orang tua dan anak tidak bersifat statis—ia terus berkembang seiring waktu. Anak-anak yang dulunya bergantung sepenuhnya pada Anda, perlahan tumbuh menjadi individu yang mandiri dengan pikiran, perasaan, dan nilai mereka sendiri. Dalam proses ini, banyak orang tua tanpa sadar tetap mempertahankan kebiasaan lama yang justru dapat merusak kedekatan emosional.
Psikologi perkembangan menunjukkan bahwa kualitas hubungan orang tua-anak di masa remaja hingga dewasa sangat dipengaruhi oleh pola interaksi sejak dini. Jika Anda ingin tetap dekat dengan anak-anak Anda saat mereka tumbuh besar, ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya mulai ditinggalkan.
Dilansir dari Expert Editor, terdapat enam kebiasaan yang perlu Anda lepaskan untuk membangun hubungan yang lebih kuat dan sehat dengan anak Anda.
1. Terlalu Mengontrol Setiap Aspek Kehidupan Anak
Saat anak masih kecil, kontrol orang tua memang diperlukan untuk menjaga keamanan dan membentuk kebiasaan. Namun, ketika anak mulai tumbuh, kontrol yang berlebihan justru bisa menjadi penghambat.
Menurut psikologi, anak membutuhkan rasa otonomi untuk berkembang secara sehat. Jika Anda terus mengatur setiap keputusan mereka—mulai dari pilihan teman hingga jalan hidup—anak bisa merasa tidak dipercaya. Akibatnya, mereka mungkin akan menjauh secara emosional atau bahkan memberontak.
Apa yang bisa dilakukan?
Mulailah memberi ruang bagi anak untuk membuat keputusan sendiri, sambil tetap memberikan bimbingan jika diperlukan. Ini membantu mereka merasa dihargai dan dipercaya.
2. Tidak Mau Mendengarkan dengan Sungguh-Sungguh
Banyak orang tua merasa sudah mendengarkan, padahal sebenarnya hanya menunggu giliran untuk berbicara atau memberi nasihat.
Psikologi komunikasi menekankan pentingnya active listening—mendengarkan dengan empati, tanpa menghakimi atau langsung memberi solusi. Ketika anak merasa didengar, mereka akan lebih terbuka dan nyaman berbagi.
Sebaliknya, jika mereka merasa diabaikan atau diremehkan, mereka akan mencari tempat lain untuk bercerita.
Apa yang bisa dilakukan?
Saat anak berbicara, beri perhatian penuh. Tahan keinginan untuk langsung mengoreksi atau menghakimi.
3. Terlalu Cepat Mengkritik dan Menghakimi
Kritik yang berlebihan, bahkan jika dimaksudkan untuk kebaikan, dapat merusak kepercayaan diri anak. Dalam jangka panjang, hal ini juga merusak hubungan emosional.
Anak yang sering dikritik cenderung:

Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
