
seseorang yang selalu berperan sebagai korban. (Freepik/tirachardz)
JawaPos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin pernah bertemu dengan seseorang yang selalu merasa dirinya sebagai korban. Apa pun situasinya, mereka cenderung melihat diri sebagai pihak yang dirugikan, disakiti, atau diperlakukan tidak adil. Dalam psikologi, pola ini sering disebut sebagai victim mentality atau mentalitas korban.
Mentalitas ini bukan sekadar keluhan sesaat, melainkan pola pikir yang berulang dan bisa memengaruhi hubungan, pekerjaan, hingga kesehatan mental seseorang. Orang dengan pola ini seringkali tidak menyadari bahwa mereka sedang mengulangi perilaku tertentu yang justru memperkuat posisi “korban” tersebut.
Dilansir dari Expert Editor, terdapat 10 perilaku yang biasanya muncul pada seseorang yang selalu berperan sebagai korban:
1. Selalu Menyalahkan Orang Lain
Salah satu ciri paling jelas adalah kecenderungan untuk menyalahkan orang lain atas segala hal yang terjadi. Ketika sesuatu berjalan buruk, mereka jarang melakukan refleksi diri. Sebaliknya, mereka mencari siapa yang bisa disalahkan.
Dalam jangka panjang, ini menghambat pertumbuhan pribadi karena mereka tidak belajar dari kesalahan.
2. Sulit Mengambil Tanggung Jawab
Orang dengan mentalitas korban sering merasa bahwa hidup “terjadi pada mereka”, bukan “karena pilihan mereka”. Akibatnya, mereka enggan mengambil tanggung jawab atas keputusan atau tindakan sendiri.
Padahal, rasa tanggung jawab adalah kunci untuk perubahan dan kontrol diri.
3. Merasa Dunia Tidak Adil Secara Berlebihan
Memang benar bahwa hidup tidak selalu adil. Namun, individu dengan pola ini cenderung melebih-lebihkan ketidakadilan tersebut. Mereka merasa seolah-olah dunia secara khusus “menargetkan” mereka.
Persepsi ini memperkuat perasaan tidak berdaya.
4. Mencari Simpati Secara Terus-Menerus
Mereka sering menceritakan kesulitan atau penderitaan dengan tujuan mendapatkan perhatian dan simpati dari orang lain. Ini bisa menjadi cara untuk mendapatkan validasi emosional.
Namun, jika dilakukan terus-menerus, orang lain bisa merasa lelah secara emosional.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
