Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 April 2026 | 15.28 WIB

Jika Seseorang Selalu Berperan sebagai Korban, Biasanya Mereka Akan Mengulangi 10 Perilaku Ini Menurut Psikologi

seseorang yang selalu berperan sebagai korban. (Freepik/tirachardz) - Image

seseorang yang selalu berperan sebagai korban. (Freepik/tirachardz)


JawaPos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin pernah bertemu dengan seseorang yang selalu merasa dirinya sebagai korban. Apa pun situasinya, mereka cenderung melihat diri sebagai pihak yang dirugikan, disakiti, atau diperlakukan tidak adil. Dalam psikologi, pola ini sering disebut sebagai victim mentality atau mentalitas korban.

Mentalitas ini bukan sekadar keluhan sesaat, melainkan pola pikir yang berulang dan bisa memengaruhi hubungan, pekerjaan, hingga kesehatan mental seseorang. Orang dengan pola ini seringkali tidak menyadari bahwa mereka sedang mengulangi perilaku tertentu yang justru memperkuat posisi “korban” tersebut.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat 10 perilaku yang biasanya muncul pada seseorang yang selalu berperan sebagai korban:

1. Selalu Menyalahkan Orang Lain

Salah satu ciri paling jelas adalah kecenderungan untuk menyalahkan orang lain atas segala hal yang terjadi. Ketika sesuatu berjalan buruk, mereka jarang melakukan refleksi diri. Sebaliknya, mereka mencari siapa yang bisa disalahkan.

Dalam jangka panjang, ini menghambat pertumbuhan pribadi karena mereka tidak belajar dari kesalahan.

2. Sulit Mengambil Tanggung Jawab

Orang dengan mentalitas korban sering merasa bahwa hidup “terjadi pada mereka”, bukan “karena pilihan mereka”. Akibatnya, mereka enggan mengambil tanggung jawab atas keputusan atau tindakan sendiri.

Padahal, rasa tanggung jawab adalah kunci untuk perubahan dan kontrol diri.

3. Merasa Dunia Tidak Adil Secara Berlebihan

Memang benar bahwa hidup tidak selalu adil. Namun, individu dengan pola ini cenderung melebih-lebihkan ketidakadilan tersebut. Mereka merasa seolah-olah dunia secara khusus “menargetkan” mereka.

Persepsi ini memperkuat perasaan tidak berdaya.

4. Mencari Simpati Secara Terus-Menerus

Mereka sering menceritakan kesulitan atau penderitaan dengan tujuan mendapatkan perhatian dan simpati dari orang lain. Ini bisa menjadi cara untuk mendapatkan validasi emosional.

Namun, jika dilakukan terus-menerus, orang lain bisa merasa lelah secara emosional.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore