Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 Januari 2018 | 15.00 WIB

Waspada TBC! Begini Cara Pencegahan dan Pengobatannya

Pengurus Forum Stop TBC Partnership Indonesia (FSTPI) bersama artis dan presenter Donna Agnesia - Image

Pengurus Forum Stop TBC Partnership Indonesia (FSTPI) bersama artis dan presenter Donna Agnesia

JawaPos.com - Di Indonesia, Tuberculosis (TBC) adalah penyakit menular yang paling banyak menyebabkan kematian dan menjadi ancaman berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Data menunjukkan, pada tahun 2016, terdapat 274 kasus kematian per hari yang disebabkan oleh TB.


Berdasarkan data tersebut, Indonesia masuk dalam daftar negara dengan kasus TB terbesar kedua di dunia. Untuk itu, harus ada upaya serius untuk menekan tingginya kasus TB baru. Salah satunya dengan sosialisasi atau kampanye pencegahan TBC dengan cara yang paling sederhana. 


"Melalui kampanye #PeduliKitaPeduliTBC, kami ingin agar masyarakat Indonesia lebih peduli terhadap pencegahan penyebaran TBC di Indonesia. Setelah itu, kami harap masyarakat bersedia memeriksakan diri jika ada gejala seperti TBC," tegas Ketua Forum Stop TBC Partnership Indonesia (FSTPI) Arifin Panigoro dalam keterangan tertulis, Selasa (16/1).


Arifin menegaskan melalui kampanye ini, diharapkan dapat mengubah stigma masyarakat terhadap penyakit TBC, dan tidak lagi menganggap TBC sebagai sesuatu yang menakutkan dan mengerikan. Sebab, TBC bisa diobati dan disembuhkan jika ditangani dengan baik dan tepat.


"Sebagai inisiator kampanye #PeduliKitaPeduliTBC, kami mengajak berbagai pihak untuk terlibat secara langsung, seperti pihak swasta dan berbagai kalangan, termasuk selebriti dan generasi milenials. Dengan meilbatkan berbagai pihak, diharapkan kampanye TBC ini bisa menyebar dengan luas," papar Arifin.


TBC merupakan salah satu dari 10 penyebab kematian terbesar di dunia. Pada tahun 2016, jumlah penderita TBC di seluruh dunia sebesar 10,4 juta dan menyebabkan kematian pada 1,7 juta orang diantaranya. Lebih dari 95 persen kematian pada penderita TB terjadi di negara dengan penghasilan rendah dan menengah.


Sebesar 64 persen penderita TBC di dunia terdapat di 7 negara, yang dipimpin oleh India, kemudian diikuti oleh Indonesia, Tiongkok, Filipina, Pakistan, Nigeria dan Afrika Selatan. Meskipun bakteri TBC memiliki kecenderungan menyerang paru-paru, namun bakteri ini memiliki kemampuan menyerang berbagai organ tubuh lainnya, seperti selaput otak, usus, tulang, kelenjar getah bening di leher dan ketiak.


Lalu bagaimana cara mencegahnya?


Proses penyebaran TBC terjadi melalui udara, saat pasien batuk atau bersin (dan mengeluarkan percikan dahak) kemudian terhirup oleh orang lain. Proses penularan terhadap orang lain sangat ditentukan dari banyaknya kuman yang keluar dari pasien.


Karena itu sangat penting bagi masyarakat mengetahui etika batuk, sehingga dapat mencegah penularan kepada orang lain. Seperti menggunakan masker, menutup mulut dengan lengan saat batuk dan bersin.


Lebih dari itu, sangat penting memiliki ventilasi yang baik untuk mengurangi kuman yang terbang terbawa oleh udara. Perlu pula diketahui, kuman TBC dapat terbunuh bila terkena sinar matahari langsung.


Sedangkan untuk pengobatan, TBC memang memerlukan penanganan khusus. Proses pengobatannya terdiri dari kombinasi beberapa jenis obat dalam jumlah dan dosis dan waktu tertentu, selama 6-9 bulan. Melalui proses pengobatan yang benar sesuai dengan anjuran dokter, pasien TBC dapat disembuhkan.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore