
Pengurus Forum Stop TBC Partnership Indonesia (FSTPI) bersama artis dan presenter Donna Agnesia
JawaPos.com - Di Indonesia, Tuberculosis (TBC) adalah penyakit menular yang paling banyak menyebabkan kematian dan menjadi ancaman berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Data menunjukkan, pada tahun 2016, terdapat 274 kasus kematian per hari yang disebabkan oleh TB.
Berdasarkan data tersebut, Indonesia masuk dalam daftar negara dengan kasus TB terbesar kedua di dunia. Untuk itu, harus ada upaya serius untuk menekan tingginya kasus TB baru. Salah satunya dengan sosialisasi atau kampanye pencegahan TBC dengan cara yang paling sederhana.
"Melalui kampanye #PeduliKitaPeduliTBC, kami ingin agar masyarakat Indonesia lebih peduli terhadap pencegahan penyebaran TBC di Indonesia. Setelah itu, kami harap masyarakat bersedia memeriksakan diri jika ada gejala seperti TBC," tegas Ketua Forum Stop TBC Partnership Indonesia (FSTPI) Arifin Panigoro dalam keterangan tertulis, Selasa (16/1).
Arifin menegaskan melalui kampanye ini, diharapkan dapat mengubah stigma masyarakat terhadap penyakit TBC, dan tidak lagi menganggap TBC sebagai sesuatu yang menakutkan dan mengerikan. Sebab, TBC bisa diobati dan disembuhkan jika ditangani dengan baik dan tepat.
"Sebagai inisiator kampanye #PeduliKitaPeduliTBC, kami mengajak berbagai pihak untuk terlibat secara langsung, seperti pihak swasta dan berbagai kalangan, termasuk selebriti dan generasi milenials. Dengan meilbatkan berbagai pihak, diharapkan kampanye TBC ini bisa menyebar dengan luas," papar Arifin.
TBC merupakan salah satu dari 10 penyebab kematian terbesar di dunia. Pada tahun 2016, jumlah penderita TBC di seluruh dunia sebesar 10,4 juta dan menyebabkan kematian pada 1,7 juta orang diantaranya. Lebih dari 95 persen kematian pada penderita TB terjadi di negara dengan penghasilan rendah dan menengah.
Sebesar 64 persen penderita TBC di dunia terdapat di 7 negara, yang dipimpin oleh India, kemudian diikuti oleh Indonesia, Tiongkok, Filipina, Pakistan, Nigeria dan Afrika Selatan. Meskipun bakteri TBC memiliki kecenderungan menyerang paru-paru, namun bakteri ini memiliki kemampuan menyerang berbagai organ tubuh lainnya, seperti selaput otak, usus, tulang, kelenjar getah bening di leher dan ketiak.
Lalu bagaimana cara mencegahnya?
Proses penyebaran TBC terjadi melalui udara, saat pasien batuk atau bersin (dan mengeluarkan percikan dahak) kemudian terhirup oleh orang lain. Proses penularan terhadap orang lain sangat ditentukan dari banyaknya kuman yang keluar dari pasien.
Karena itu sangat penting bagi masyarakat mengetahui etika batuk, sehingga dapat mencegah penularan kepada orang lain. Seperti menggunakan masker, menutup mulut dengan lengan saat batuk dan bersin.
Lebih dari itu, sangat penting memiliki ventilasi yang baik untuk mengurangi kuman yang terbang terbawa oleh udara. Perlu pula diketahui, kuman TBC dapat terbunuh bila terkena sinar matahari langsung.
Sedangkan untuk pengobatan, TBC memang memerlukan penanganan khusus. Proses pengobatannya terdiri dari kombinasi beberapa jenis obat dalam jumlah dan dosis dan waktu tertentu, selama 6-9 bulan. Melalui proses pengobatan yang benar sesuai dengan anjuran dokter, pasien TBC dapat disembuhkan.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
