Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 Juni 2026 | 02.05 WIB

7 Frasa yang Sering Orang Katakan Tanpa Menyadari Betapa Merendahkannya Ucapan Itu Menurut Psikologi

seseorang yang tanpa menyadari betapa merendahkan orang lain / foto: Magnific/Pedro Pulido - Image

seseorang yang tanpa menyadari betapa merendahkan orang lain / foto: Magnific/Pedro Pulido

JawaPos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang berbicara dengan niat bercanda, memberi nasihat, atau sekadar menunjukkan kepedulian. Namun, menurut psikologi komunikasi, niat baik tidak selalu menghasilkan dampak yang baik. Beberapa kalimat yang terdengar biasa ternyata dapat menyampaikan pesan tersembunyi yang membuat seseorang merasa diremehkan, tidak divalidasi, atau dianggap tidak mampu.

Hal yang menarik adalah: orang yang mengucapkan kalimat-kalimat ini sering kali tidak sadar bahwa kata-kata mereka bisa melukai. Mereka mungkin merasa sedang membantu, tetapi bagi pendengar, ucapan tersebut dapat terasa seperti bentuk penghakiman.

Dilansir dari Expert Editor pada Minggu (21/6), terdapat tujuh frasa yang sering digunakan tanpa menyadari efek psikologisnya.

1. “Kamu terlalu sensitif.”

Kalimat ini sering muncul ketika seseorang mengungkapkan rasa kecewa, sedih, atau tersinggung. Sekilas terdengar seperti komentar biasa, tetapi secara psikologis kalimat ini dapat menjadi bentuk invalidasi emosi.

Saat seseorang berkata bahwa orang lain “terlalu sensitif”, pesan yang bisa diterima oleh otak pendengar adalah:

“Perasaanmu tidak masuk akal.”
“Masalahnya ada pada reaksimu, bukan pada situasinya.”

Dalam psikologi, manusia membutuhkan validasi emosional untuk merasa dipahami. Validasi bukan berarti selalu setuju dengan perasaan seseorang, tetapi mengakui bahwa emosi tersebut ada dan memiliki alasan.

Contohnya, seseorang berkata:

“Aku kecewa karena kamu membatalkan janji secara mendadak.”

Respons yang lebih sehat:

“Aku mengerti kenapa kamu kecewa. Aku seharusnya memberi tahu lebih awal.”

Bukan:

“Kamu terlalu sensitif, cuma dibatalkan saja.”

Ketika seseorang sering mendengar bahwa dirinya terlalu sensitif, ia bisa mulai meragukan perasaannya sendiri dan belajar menekan emosi.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore