
seseorang yang selalu memperbarui feed mereka./Freepik/reezky11
JawaPos.com - Di era digital saat ini, kebiasaan menggulir dan memperbarui feed media sosial sudah menjadi bagian dari rutinitas harian banyak orang. Entah itu membuka Instagram, TikTok, Twitter (X), atau platform lainnya, dorongan untuk “cek sebentar” sering kali berubah menjadi aktivitas berulang tanpa disadari.
Namun, di balik kebiasaan sederhana ini, psikologi melihat adanya pola perilaku yang lebih dalam. Orang yang terus-menerus memperbarui feed mereka tidak selalu sekadar “bosan” atau mencari hiburan—sering kali, ada ciri kepribadian halus yang mendasarinya.
Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (7/4), terdapat tujuh ciri kepribadian yang kerap dikaitkan dengan kebiasaan tersebut.
1. Rasa Ingin Tahu yang Tinggi (Curiosity-Driven Behavior)
Salah satu ciri paling umum adalah rasa ingin tahu yang besar. Individu ini memiliki dorongan alami untuk selalu mengetahui apa yang terjadi—baik itu berita terbaru, tren viral, atau aktivitas orang lain.
Dalam psikologi, rasa ingin tahu adalah bagian dari kebutuhan kognitif manusia untuk memahami lingkungan. Namun, ketika dorongan ini terus-menerus diarahkan ke media sosial, seseorang bisa menjadi “tergantung” pada aliran informasi cepat.
2. Sensitivitas terhadap Reward Instan
Setiap kali seseorang memperbarui feed, ada kemungkinan menemukan sesuatu yang menarik—lucu, mengejutkan, atau informatif. Ini menciptakan sistem reward yang tidak pasti (variable reward system), mirip seperti mekanisme dalam perjudian.
Orang yang sering refresh feed cenderung lebih responsif terhadap reward instan. Mereka mendapatkan kepuasan kecil setiap kali menemukan konten baru, yang memperkuat kebiasaan tersebut secara tidak sadar.
3. Kecenderungan Menghindari Ketidaknyamanan (Avoidance Behavior)
Sering kali, kebiasaan ini muncul saat seseorang merasa tidak nyaman—misalnya ketika bosan, cemas, atau menghadapi tugas yang sulit.
Alih-alih menghadapi emosi tersebut, mereka memilih distraksi cepat melalui media sosial. Ini disebut sebagai avoidance coping, yaitu mekanisme untuk menghindari perasaan negatif dengan cara mengalihkan perhatian.
4. Kebutuhan Akan Koneksi Sosial
Manusia adalah makhluk sosial. Memperbarui feed bisa menjadi cara untuk merasa tetap terhubung dengan orang lain, bahkan tanpa interaksi langsung.
Orang dengan kebutuhan koneksi yang tinggi mungkin lebih sering mengecek media sosial untuk:

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
