Ilustrasi tanda tingkat stres sangat tinggi (freepik)
JawaPos.com - Tubuh ternyata bisa mengirimkan sinyal bahwa tingkat stres sedang berada di level berbahaya, bahkan saat sedang tidur. Kebiasaan tidur tertentu sering kali bukan sekadar kebetulan, melainkan respons alami tubuh terhadap tekanan emosional dan mental yang menumpuk.
Stres memang memiliki kaitan erat dengan kesehatan fisik. Ketika tubuh terlalu lama berada dalam kondisi tertekan, sistem saraf bisa terjebak dalam mode fight-or-flight atau siaga terus-menerus. Kondisi ini tidak sehat jika terjadi dalam jangka panjang.
Seorang ahli somatic exercise sekaligus praktisi pemulihan trauma, Liz Tenuto — dikenal juga sebagai Workout Witch — mengungkap bahwa ada sejumlah tanda yang menunjukkan tubuh sedang terjebak dalam respons stres kronis, dan banyak di antaranya muncul saat tidur.
Dilansir dari laman Your Tango, Jumat (30/1), melakukan setidaknya 3 dari 10 hal berikut saat tidur menandakan tingkat stres yang tidak biasa tinggi.
Bangun tidur dalam kondisi tubuh basah oleh keringat bukan selalu karena suhu ruangan atau selimut terlalu tebal. Menurut Mayo Clinic, night sweats dapat dipicu oleh gangguan kecemasan dan stres berlebih.
Kebiasaan menggertakkan gigi (bruxism) sering dikaitkan dengan respons stres. Jika berlangsung parah, kondisi ini bahkan bisa memicu gangguan sendi rahang atau TMJD.
Mimpi buruk yang muncul berulang kali dapat menjadi tanda tekanan psikologis. Mayo Clinic menyebut stres, kecemasan, dan trauma sebagai penyebab utama mimpi buruk kronis.
Posisi tidur ini terjadi saat tubuh meringkuk menyamping dengan lengan terlipat ke dada dan tangan mendekati leher, menyerupai lengan dinosaurus T-Rex.
Menurut Liz Tenuto, posisi ini muncul ketika sistem saraf terlalu terbebani sehingga sulit keluar dari kondisi siaga, bahkan saat tidur. Selain menandakan stres tinggi, posisi ini juga bisa memicu nyeri otot.
Meskipun terdengar sepele, berbicara saat tidur sering dipicu oleh stres dan kecemasan. Pikiran bawah sadar dapat “bekerja” secara berlebihan ketika tekanan mental belum terselesaikan.
Sleepwalking tidak hanya terjadi pada anak-anak. Cleveland Clinic menyebut bahwa stres, kecemasan, trauma masa kecil, hingga PTSD dapat meningkatkan risiko berjalan saat tidur.
Jika sering terbangun di tempat yang tidak diingat sebelumnya, stres bisa menjadi pemicunya.
Tidur yang terputus-putus merupakan tanda tubuh tidak benar-benar rileks. Menurut Calm, stres dapat mengaktifkan respons fight-or-flight sehingga membuat tubuh sulit mempertahankan tidur nyenyak.
Kesulitan memulai tidur atau insomnia sering berkaitan dengan stres tinggi. Baylor College of Medicine menjelaskan bahwa stres meningkatkan hormon kortisol yang mengganggu proses tidur dan membuat tidur menjadi dangkal.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
