Serpihan pesawat ATR 42-500 ditemukan Tim Basarnas Gabungan di lereng puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. (Basarnas)
JawaPos.com - Temuan pada Operasi SAR Pesawat ATR 42-500 hari kedua (18/1) dan ketiga (19/1) menjadi landasan bagi Tim SAR Gabungan dalam pelaksanaan misi hari keempat (20/1). Demi efektivitas pencarian dan evakuasi korban, Tim SAR Gabungan dibagi menjadi 9 Search And Rescue Unit (SRU). Rinciannya 8 unit darat dan 1 unit udara.
Kepala Kantor SAR Kelas A Makassar Muhammad Arif Anwar yang bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC) menyampaikan bahwa fokus utama pencarian hari keempat adalah penyisiran lanjutan lokasi temuan. Baik lokasi temuan barang-barang milik korban maupun lokasi temuan beberapa bagian-bagian pesawat.
”Pada hari keempat operasi, Tim SAR Gabungan kembali menyisir area-area yang sebelumnya telah ditemukan barang milik korban dan serpihan pesawat. Penyisiran dilakukan secara bertahap dan terukur menyesuaikan rencana operasi,” ungkap dia kepada awak media.
Arif menjelaskan bahwa Tim SAR Gabungan yang dibagi ke dalam 9 SRU memiliki tugas berbeda. Khusus SRU 1-SRU 5 dikerahkan untuk menyisir beberapa titik awal temuan. Mulai lokasi korban pertama ditemukan, lokasi temuan serpihan dan jendela pesawat, mesin pertama dan tangga kursi, lokasi temuan korban kedua dan barang pribadi, sampai lokasi temuan area sayap dan mesin kedua pesawat.
Kemudian SRU 6 bertugas melakukan pengecekan lanjutan terhadap lokasi ekor pesawat yang berada pada kedalaman lebih kurang 200 meter. Khusus evakuasi jenazah korban yang sudah dilakukan, Tim SAR Gabungan mengandalkan SRU 7 untuk memindahkan kedua jenazah ke area persawahan di wilayah Kampung Baru. Pelaksanaan tugas itu dibantu oleh SRU 8 yang mengamankan jalur evakuasi.
Sementara SRU 9 bertugas sebagai tim udara. SRU 9 akan melaksanakan penyisiran menggunakan helikopter dari Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Hasanuddin menuju kawasan Pegunungan Bulusaraung. Helikopter yang dikerahkan bakal dimaksimalkan untuk menyisir seluruh sektor pencarian dan memperkuat pemetaan lokasi bagi tim darat.
”Seluruh SRU bekerja berdasarkan data koordinat dan hasil temuan di lapangan. Medan yang curam dan cuaca ekstrem masih menjadi tantangan, namun operasi tetap dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan personel,” jelasnya Arif.
Lebih lanjut, Arif menyampaikan bahwa Tim SAR Gabungan yang bekerja dalam operasi SAR tersebut terdiri atas berbagai unsur. Selain Basarnas ada personel dari TNI, Polri, pemerintah daerah, serta potensi SAR lainnya. Perkembangan lanjutan atas hasil operasi SAR hari ini dipastikan bakal akan disampaikan secara berkala kepada publik.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
