JawaPos Radar

Dipukul Satpam Bank Mandiri, Mahmud Pertanyakan Perlindungan Nasabah

20/07/2018, 21:05 WIB | Editor: Budi Warsito
Dipukul Satpam Bank Mandiri, Mahmud Pertanyakan Perlindungan Nasabah
Mahmud, 32, (kanan) korban pemukulan oleh sekurity Bank Mandiri, (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Korban pemukulan oleh petugas keamanan kantor Bank Mandiri, di ruko Taman Niaga Batam Centre, Batam, Jumat (20/7) mempertanyakan soal perlindungan terhadap nasabah. Mahmud, 32, yang menjadi korban pemukulan tersebut mengaku, Bank Mandiri seolah tidak memperhatikan faktor keamanan nasabah.

Meskipun saat ini proses hukum atas petugas keamanan sudah berjalan, dan pelaku pemukulan, Aditia saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun menurutnya, respon yang diberikan pihak bank selama ini dinilai kurang begitu baik, khususnya bagi dirinya sebagai korban.

Dalam beberapa kali mediasi antara ia dan pihak Bank Mandiri, Mahmud mengaku tidak mendapatkan titik temu. Hingga akhirnya, ia membawa persoalan ini ke ranah hukum.

Mahmud menilai, upaya Bank Mandiri dalam bentuk penggantian dana berobat sebesar Rp 5 juta dan janji untuk segera mengambil tindakan terhadap pelaku pemukulan, tidak sebanding dengan rasa aman yang hilang akibat kejadian ini.

"Kepala cabangnya meminta untuk diselesaikan secara kekeluargaan, tapi mediasi dua kali tidak ada titik temu. Ini bukan soal ganti rugi atas pemukulan itu, tapi kemanan nasabah dan mitra seperti saya dan yang lain bagaimana," kata Mahmud ketika ditemui di Lubuk Baja, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (20/7).

Lebih lanjut Mahmud menjelaskan, kronologi kejadia hingga ia dipukul. Awalnya, ia yang datang ke kantor Bank Mandiri tersebut pada Rabu (30/5). Di sana, ia lalu berselisih paham dengan salah satu petugas front liner. Kesalahpahaman yang terjadi, hingga sampai ke kepala pimpinan di kantor tersebut.

Ketika akan pulang, petugas front liner yang diketahui bernama Fino ini merasa tidak puas dan kesalahpahaman yang terjadi. Hingga akhirnya, petugas keamanan yang datang dari belakang memukul di bagian kepala belakang Mahmud hingga dirinya tersungkur.

"Saya bilang, ternyata begini cara pelayanan di sini (Bank mandiri) dan saya langsung visum," kata Mahmud.

Sementara itu, menanggapi keluhan ini, Humas Bank Mandiri Regional I Sumatera, Henry Tampubolon mengatakan, pihaknya telah melakukan langkah-langkah untuk mengembalikan situasi seperti sedia kala.

Pihaknya akan membantu proses hukum yang tengah berjalan. Bank mandiri juga telah mengembalikan petugas/security yang terlibat ke vendor/perusahaan dimana ia bernaung. Sebagai tanggung jawab moral, Bank Mandiri juga akan membantu membayar biaya perawatan yang wajar bagi korban.

"Kami juga memastikan bahwa, pelayanan nasabah dan keamanan tetap berjalan baik dan terkendali," kata Henry dalam keterangannya yang diterima.

(bbi/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up