JawaPos Radar

Demi Gubernur Aceh, KMAB Siap Angkat Senjata

17/07/2018, 12:50 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Unjuk Rasa Warga Aceh
Koalisi Masyarakat Aceh Bersatu (KMAB) melancarkan demonstrasi di Kantor Gubernur Aceh di Kota Banda Aceh, Selasa (17/7). (Murti Ali Lingga/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Ratusan massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Aceh Bersatu (KMAB) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Aceh, Kota Banda Aceh, Selasa (17/7). Mereka mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membebaskan Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf yang telah jadi tersangka dan ditahan.

Para pengunjuk rasa mulai mendatangi Kantor Gubernur Aceh sekitar pukul 10.45 WIB. Massa menggunakan sejumlah kendaraan. Iring-iringan pengunjuk rasa sempat menimbulkan kemacetan lalu lintas di kawasan T. Nyak Arief, Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Jeulingke, Kota Banda Aceh.

Para pengunjuk rasa terdiri dari laki-laki dan perempuan. Untuk menyuarakan tuntutan, mereka menggunakan satu unit truk trado yang di atasnya sudah dipersiapkan alat pengeras suara. Satu persatu orator menyampaikan pernyataan dan sejumlah tuntutan.

Unjuk Rasa Warga Aceh
Koalisi Masyarakat Aceh Bersatu (KMAB) melancarkan demonstrasi di Kantor Gubernur Aceh di Kota Banda Aceh, Selasa (17/7). (Murti Ali Lingga/JawaPos.com)

Isi utama tuntutannya adalah KPK harus melepaskan Irwandi. Bahkan mereka menyatakan siap untuk angkat senjata kembali. Kendati demikian, unjuk rasa kali ini adalah aksi damai.

"Aceh dan Indonesia sudah berdamai pada 2005 lalu. Jika Irwandi tidak dibebaskan, maka kami siap kembali angkat senjata," kata seorang orator, Azhari.

Selain mendesak KPK, para pendemo juga meminta perhatian dan atensi Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas penangkapan sang kepala daerah paling Barat Indonesia itu. Supaya persoalan ini tidak semakin besar dan meluas serta berujung kerusahan.

Massa juga tidak setuju KPK menyebut Irwandi terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT). Sebab saat itu tidak ada bukti kuat yang ditemukan dalam penangkapan. "Kami tidak setuju. KPK itu juga organisasi dan bukan penegak hukum. KPK adalah musuh kami," tambahnya.

Unjuk rasa mendapat pengawalan ketat puluhan aparat Polresta Banda Aceh. Petugas bersiaga dan berdiri di hadapan para pengunjuk rasa. Tampak juga sebuah mobil water cannon yang sudah disiagakan. Hingga berita ditulis, aksi unjuk rasa masih berjalan.

(mal/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up