JawaPos Radar

Pilpres 2019, Pengamat: Tim Jokowi-Maruf Cenderung Panik

14/08/2018, 09:34 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Jokowi-Maruf Amin
ILUSTRASI: Jokowi-Maruf Amin. (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Koalisi partai politik (parpol) pengusung bakal calon presiden-bakal calon wakil presiden (bacapres-bacawapres) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menunjuk lebih dari 100 juru bicara atau jubir. Hal itu dianggap sebagai bentuk kepanikan dari tim calon petahana.

"Menurut saya, mempersiapkan jubir dan latihan public speaking untuk menghadapi tim Prabowo-Sandi terlalu reaktif dan cenderung panik," kata Pengamat Politik dari Universitas Andalas (Unand) Najmuddin Rasul kepada JawaPos.com, Selasa (14/8).

Seharusnya, koalisi pendukung Jokowi-Maruf lebih fokus menginventarisasi masalah yang tengah dihadapi. Serta bersikap low profile dan tidak menampakkan pola reaktif.

"109 jubir indikasi panik dan bisa menjadi sumber konflik," tukas Doktor Komunikasi Politik jebolan Universitas Kebangsaan Malaysia itu.

Begitu juga soal latihan public speaking yang digembar-gemborkan tim Jokowi-Maruf. Najmudin melihat upaya tersebut tak lain mengiaskan kegalauan. Dia memandang kubu petahana tidak memiliki hot dan new issues. "Menghindari black campaign, komunikator politik harus memiliki scientific method," tuturnya.

Sebelumnya, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin mempersiapkan ratusan jubir yang sekaligus diberikan pembekalan public speaking guna menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Para jubir dipersiapkan untuk mengisi ruang publik dengan narasi-narasi positif yang membangun, sekaligus menangkis black campaign dengan referensi yang sudah disiapkan tim petahana.

(ce1/rcc/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up