Italia dan Spanyol kompak kirim kapal perang untuk melindungi Global Sumud Flotilla. (dok Euronews)
JawaPos.com - Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) mengumumkan partisipasi Indonesia di Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 dalam pertemuan di Hotel Bidakara, Jakarta. Pengumuman itu sekaligus menegaskan komitmen GPCI untuk terus mendukung kemerdekaan Palestina.
Koordinator Dewan Pengarah GPCI Maimon Herawati hadir secara langsung bersama sejumlah perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), tokoh-tokoh nasional, perwakilan NGO. Pihaknya menegaskan solidaritas terhadap Palestina merupakan tanggung jawab kemanusiaan dan moral bagi bangsa Indonesia.
”GPCI berencana mengirimkan seratus truk bantuan untuk konvoi darat, partisipasi dalam konvoi laut, dukungan respons medis darurat, advokasi hukum internasional, serta mobilisasi solidaritas publik nasional. Ini bentuk dari komitmen pada konstitusi, bahwa bangsa Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina,” kata Maimon dalam keterangan resmi pada Sabtu (28/2).
Gerakan tersebut akan bersinergi dengan berbagai aktor global dan political impact di Brussel, termasuk jaringan internasional yang mendorong akuntabilitas hukum melalui mekanisme seperti International Court of Justice. Misi itu bukan hanya bersifat simbolik, melainkan terstruktur dalam tiga pilar utama.
Yakni konvoi darat, konvoi laut, dan advokasi hukum internasional. Misi GSF kali ini dipastikan akan berjalan dengan prinsip non-kekerasan, independen dari kepentingan rezim manapun, serta patuh pada hukum internasional dengan transparansi dan akuntabilitas sebagai landasan utama.
Menurut Maimon, partisipasi GPCI dalam GSF dilakukan melalui tiga tahap. Yakni registrasi global melalui website resmi, seleksi nasional oleh GPCI dan Dewan Pengarah, serta seleksi internasional melalui Steering Committee Global, dimana dia turut di dalamnya.
Partisipan tematik seperti tenaga medis, jurnalis, teknisi, kru kapal, tim legal, pendidik, dokumentaris, sampai relawan umum bisa ikut bergabung. GPCI mendorong masyarakat Indonesia mendaftar dan mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.
Selain partisipasi global, GPCI membangun gerakan nasional yang masif di dalam negeri. Konvoi laut Indonesia direncanakan dimulai dari Labuan Bajo dan bergerak melalui Lombok, Surabaya, Jakarta, Pangkal Pinang, hingga Dumai. Konvoi itu dilakukan sebelum bergabung dengan konvoi internasional.
GPCI bekerja sama dengan berbagai elemen masyarakat juga menyelenggarakan sidang rakyat, gelar budaya pesisir untuk Palestina, konsolidasi ulama dan masyarakat, serta petisi kain panjang Nusantara sebagai simbol dukungan kolektif terhadap Palestina.
”Walaupun peserta konvoi laut dobrak blokade Gaza mungkin hanya 30 orang, seluruh wilayah Indonesia bangkit dan mengumumkan kepada dunia, bahwa bangsa Indonesia bangsa yang tahu membalas budi. Indonesia punya hutang budi ke Palestina dalam dulu mendapatkan kemerdekaannya. Bangsa Indonesia membalas budi itu. Bangsa Indonesia bersama Palestina sampai Palestina merdeka,” tegas Maimon. (*)

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
