
ilustrasi CIA (Instagram/@cia)
JawaPos.com - Badan intelijen Amerika Serikat, Central Intelligence Agency (CIA), kembali meluncurkan video berbahasa Mandarin yang ditujukan kepada perwira militer China pada Kamis (12/02).
Video tersebut menampilkan sosok perwira tingkat menengah yang digambarkan kecewa terhadap situasi internal, serta mengajak individu dengan akses informasi strategis untuk menghubungi CIA secara aman melalui jaringan Tor.
Dilansir dari Reuters.com pada Jumat (13/02), langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya terbaru Washington untuk meningkatkan pengumpulan intelijen manusia terhadap Beijing.
Video tersebut dirilis hanya beberapa pekan setelah otoritas China mengumumkan penyelidikan terhadap Zhang Youxia, wakil ketua Komisi Militer Pusat dan salah satu pejabat militer paling senior di bawah Presiden Xi Jinping.
Perkembangan itu dinilai memicu dinamika politik internal di tubuh militer China.
Direktur CIA, John Ratcliffe, menyatakan bahwa video-video sebelumnya telah menjangkau jutaan warga China.
Ia menegaskan bahwa lembaganya akan terus menawarkan kesempatan bagi pejabat pemerintah China yang ingin menjalin komunikasi.
"kesempatan untuk bekerja menuju masa depan yang lebih cerah bersama," Jelasnya yang dilansir dari reuters.com pada Jumat (13/02).
CIA juga mengklaim kampanye daring tersebut mampu menembus pembatasan internet China yang dikenal sebagai “Great Firewall”.
Dalam video terbarunya, tokoh fiktif perwira militer menyebut bahwa siapa pun yang memiliki kualitas kepemimpinan berpotensi dicurigai dan disingkirkan.
Narasi ini dinilai sejalan dengan konteks pembersihan korupsi militer yang telah berlangsung bertahun-tahun di China dan menyasar jajaran atas Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).
Tidak hanya berhenti di situ saja, CIA beberapa tahun terakhir berupaya membangun kembali jaringan intelijennya di China setelah mengalami kemunduran signifikan pada periode 2010–2012, ketika sejumlah sumber Amerika Serikat dilaporkan ditangkap atau dilumpuhkan.
Di sisi lain, pejabat AS juga menyebut badan intelijen China secara aktif berupaya merekrut pegawai pemerintah Amerika, baik yang masih aktif maupun yang telah pensiun.
Persaingan intelijen ini berlangsung di tengah rivalitas militer dan teknologi antara kedua negara yang oleh sejumlah pengamat disebut menyerupai bentuk baru perang dingin.
Selain berlangsung secara tertutup, dinamika tersebut kini juga terlihat dalam kampanye komunikasi publik yang memanfaatkan platform digital untuk menjangkau audiens lintas batas negara.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
