Jenderal paling senior Tiongkok, Zhang Youxia, tengah diselidiki dalam pembersihan elite militer yang mengguncang lingkaran kekuasaan Presiden Xi Jinping (The Guardian)
JawaPos.com - Kepemimpinan militer Tiongkok memasuki fase paling sensitif dalam beberapa dekade terakhir. Otoritas pertahanan Beijing mengonfirmasi penyelidikan terhadap jenderal paling senior di Tentara Pembebasan Rakyat (People's Liberation Army/PLA), sebuah langkah yang menandai eskalasi tertinggi dalam gelombang pembersihan elite militer yang telah menjalar hingga jantung struktur kekuasaan Presiden Xi Jinping.
Tokoh yang kini menjadi pusat perhatian adalah Zhang Youxia, wakil ketua Komisi Militer Pusat (Central Military Commission/CMC) dan orang nomor dua dalam hierarki komando militer Tiongkok. Selama bertahun-tahun, Zhang dipandang sebagai sekutu paling tepercaya Xi di lingkungan militer, figur kunci dalam konsolidasi kendali politik atas PLA sekaligus agenda modernisasi angkatan bersenjata.
Dilansir dari The Guardian, Senin (26/1/2026), Kementerian Pertahanan Tiongkok menyatakan Zhang Youxia dan Liu Zhenli, kepala staf Departemen Staf Gabungan CMC, sedang diselidiki atas dugaan "pelanggaran serius terhadap disiplin dan hukum." Pengumuman ini menjadi konfirmasi resmi paling signifikan dalam rangkaian pembersihan militer yang kian agresif dalam beberapa tahun terakhir.
Skala politik kasus ini semakin membesar karena posisi Zhang bukan hanya sebagai jenderal aktif, tetapi juga anggota Politbiro Partai Komunis Tiongkok. Ia termasuk segelintir perwira puncak PLA yang memiliki pengalaman tempur langsung, sebuah latar yang selama ini memperkuat legitimasinya di mata internal militer maupun kepemimpinan partai.
Laporan The Wall Street Journal menyebut Zhang dituduh membocorkan informasi terkait program senjata nuklir Tiongkok kepada Amerika Serikat serta menerima suap dalam keputusan-keputusan resmi, termasuk promosi seorang perwira ke posisi menteri pertahanan. Namun, The Guardian menegaskan bahwa tuduhan itu belum dapat diverifikasi secara independen, dan otoritas Tiongkok tidak merinci tuduhan secara terbuka.
Meski demikian, bagi pengamat, signifikansi kasus ini terletak bukan pada detail tuduhan semata, melainkan pada posisi struktural Zhang dalam sistem kekuasaan militer Tiongkok. Sejak Xi Jinping meluncurkan kampanye antikorupsi pada 2012, militer menjadi salah satu sasaran utama, dengan fokus yang semakin bergeser ke pucuk tertinggi dalam dekade terakhir.
Gelombang ini mencapai titik kritis pada 2023 ketika Pasukan Roket PLA, unit strategis penjaga kekuatan nuklir dan rudal balistik menjadi target penyelidikan besar. Sejak itu, pembersihan merambat ke level yang sebelumnya dianggap nyaris tak tersentuh, termasuk jajaran Komisi Militer Pusat.
Dalam konteks historis, potensi tersingkirnya Zhang akan menjadikannya jenderal aktif kedua anggota CMC yang jatuh sejak era Revolusi Kebudayaan 1966–1976. Zhang sendiri tidak lagi tampil di hadapan publik sejak 20 November lalu, ketika ia bertemu Menteri Pertahanan Rusia di Moskwa, ketiadaan yang kini dibaca sebagai sinyal politik serius.
Perkembangan ini diawasi ketat oleh diplomat asing dan analis keamanan global. Kedekatan Zhang dengan Xi, serta peran sentral CMC dalam komando operasional dan modernisasi PLA, membuat kasus ini dipandang sebagai ujian langsung terhadap stabilitas internal militer Tiongkok di tengah meningkatnya tensi geopolitik regional.
Di saat yang sama, Tiongkok mengambil sikap militer yang semakin tegas di Laut Tiongkok Timur, Laut Tiongkok Selatan, dan terhadap Taiwan. Beijing bahkan menggelar latihan militer terbesar di sekitar Taiwan pada akhir tahun lalu, menegaskan bahwa modernisasi PLA berjalan paralel dengan peningkatan postur militer eksternal.
Namun, para pakar menilai pembersihan elite tidak serta-merta melumpuhkan fungsi militer. Akademisi keamanan Tiongkok berbasis Singapura, James Char, menyatakan bahwa operasi harian PLA dapat terus berjalan.
"Xi telah menunjuk perwira-perwira PLA lapis kedua untuk mengisi posisi yang ditinggalkan pendahulunya sebagian besar bersifat sementara," ujarnya.
Char menambahkan, "Para pemodernisasi militer Tiongkok akan terus mendorong dua target utama yang ditetapkan Xi bagi PLA, yakni menyelesaikan modernisasi pada 2035 dan menjadi angkatan bersenjata kelas dunia pada 2049."
Kasus Zhang juga bukan insiden tunggal. Dalam beberapa bulan terakhir, mantan wakil ketua CMC He Weidong dipecat dari partai dan militer karena korupsi. Pada Oktober 2025, delapan jenderal senior lainnya juga dikeluarkan dari Partai Komunis, sementara dua mantan menteri pertahanan telah lebih dulu disingkirkan.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
