Jakarta Islamic Center.(Istimewa).
Kebakaran hebat pada 2022 lalu tidak lantas menghentikan geliat aktivitas di Jakarta Islamic Center (JIC), Koja, Jakarta Utara. Sebagai Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta, berbagai kegiatan terus berlangsung di komplek tersebut. Termasuk ibadah dan aktivitas lainnya selama Ramadhan.
BERDIRI di atas lahan dengan luas lebih kurang sepuluh hektare, JIC menjadi komplek masjid terbesar di pesisir ibu kota. Tidak hanya berperan sebagai pusat syiar Islam, JIC adalah landmark yang kerap dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk berbagai kegiatan. Mulai pendidikan, olahraga, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), hingga rekreasi.
Menjelang Ramadhan tahun ini, masyarakat berdatangan ke komplek tersebut. Sebagian besar berkelompok. Membawa aneka camilan, makanan, dan minuman. Di selasar komplek JIC, mereka menggelar tikar. Faisal adalah salah satunya, warga Tanjung Priok itu datang bersama teman-teman di sekitar tempat tinggalnya untuk munggahan.
”Di sini enak, nggak harus bayar. Anak-anak juga leluasa, luas banget kan tempatnya,” kata dia saat ditanya alasan datang ke JIC pada Selasa sore pekan lalu (17/2).
Selain berkumpul dan menyantap makanan yang dibawa dari rumah, Faisal datang ke JIC untuk mencari informasi berkaitan dengan berbagai kegiatan yang dilaksanakan selama Ramadhan. Khusus puasa tahun ini, dia sudah punya niat melaksanakan itikaf di JIC. Namun demikian, dia perlu memastikan ulang. Mengingat area masjid JIC belum diperbaiki sejak kebakaran terjadi.
”Alhamdulillah tetap ada itikaf di sepuluh hari terakhir. Tarawih juga ada setiap malam,” ujarnya.
Informasi yang diterima oleh Faisal selaras dengan pengumuman yang disampaikan secara resmi oleh pengurus JIC. Selama Ramadhan tahun ini, JIC melaksanakan salat tarawih 23 rakaat, itikaf pada 10 malam terakhir Ramadhan, dan kegiatan lain seperti kajian jelang buka puasa, tadarus, khataman Al-Qur’an, kuliah subuh, dan pesantren kilat (sanlat).
”Mari makmurkan masjid dengan salat tarawih, kajian, tadarus, dan berbagai rangkaian ibadah penuh keberkahan di Masjid Raya Jakarta Islamic Centre,” bunyi pengumuman tersebut.
Bahkan, JIC turut melaksanakan rukyatul hilal. Kegiatan itu berlangsung di hari yang sama ketika Faisal dan rombongannya munggahan. Tim Falakiyah Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPIJ) melangsungkan rukyatul hilal di titik pengamatan JIC. Persisnya di lantai 11 Gedung Wisma. Kegiatan itu dimulai menjelang azan Magrib. Hasilnya juga dilaporkan kepada pemerintah sebagai bahan pertimbangan penentuan awal Ramadhan.
”JIC turut berpartisipasi dalam penentuan awal Ramadhan 1447 Hijriah sebagai bentuk kontribusi untuk bangsa dan umat,” ungkap Kepala Divisi Pengkajian dan Pendidikan PPIJ KH. Rasyidi.
Rukyatul hilal tersebut sekaligus menandai dimulainya berbagai kegiatan Ramadhan di JIC sebagaimana telah diumumkan secara resmi oleh pengurus. Seperti tahun-tahun sebelumnya, geliat aktivitas ibadah di JIC tidak pernah berhenti. Dengan segenap daya dan upaya, JIC terus menjaga nyala semangat Islam dari masa ke masa.
Keberadaan JIC tidak lepas dari sejarah panjang. Jauh sebelum komplek masjid berdiri, di lokasi yang sama eksis lokalisasi yang terkenal dengan nama Kramat Tunggak. Lokalisasi itu sudah ada sejak 1970 silam. Dari ratusan WTS, terus berkembang hingga menjadi ribuan WTS di satu lokalisasi. Kramat Tunggak sangat terkenal, bukan hanya di Jakarta dan Indonesia, melainkan sampai Asia Tenggara.
Perubahan drastis terjadi mulai 1999. Lokalisasi Kramat Tunggak ditutup total oleh pemerintah. Gubernur Sutiyoso kemudian mencetuskan ide untuk membangun Islamic Center di lokasi tersebut. Setelah master plan dan studi komparasi Islamic Center di Mesir, Iran, Inggris, hingga Perancis, pembangunan pun dimulai. Pada 2003, Sutiyoso meresmikan JIC.
Sejak saat itu, JIC menjadi salah satu pusat kegiatan umat Islam di Jakarta. Tidak pernah putus meski berbagai tantangan harus dilalui. Termasuk peristiwa kebakaran yang menyebabkan kerusakan hebat pada area masjid. Meski perbaikan belum dimulai, namun berbagai kegiatan keagamaan, termasuk ibadah di JIC tetap terlaksana dengan memanfaatkan area lain di komplek tersebut.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
