[ Kamis, 23 Juli 2009 ]
Importasi Barang Konsumsi Anjlok, Daya Beli Melemah
Proyeksi 2009 Anjlok 30 Persen
JAKARTA - Krisis finansial global telah memaksa sejumlah perusahaan menunda investasinya tahun ini. Itu tecermin dari turunnya pembelian barang modal dari luar negeri. Selain itu, importasi barang konsumsi juga anjlok seiring melemahnya daya beli masyarakat.
Ketua Umum Gabungan Importer Seluruh Indonesia (Ginsi) Amirudin Saud mengatakan, hingga semester pertama tahun ini, setidaknya terjadi penurunan impor hingga 15 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Meski begitu, penurunan tersebut masih di bawah proyeksi penurunan sebelumnya yang diperkirakan mencapai 30 persen. "Semester ini angkanya sekitar USD 50 miliar," tegasnya.
Sepanjang 2008, nilai importasi tercatat sebesar USD 108 miliar. Secara total pada 2009, dia memperkirakan jumlah impor akan berada di bawah USD 100 miliar. "Impor bahan baku menyumbang sekitar 76 persen. Sedangkan impor barang modal yang tahun lalu menyumbang 20 persen, sekarang hanya 12 persen. Impor di sektor konsumsi yang tahun lalu berkontribusi 19 persen turun menjadi 8 persen," ungkapnya.
Mengenai dampak bom terhadap kinerja impor, dia memperkirakan tidak akan terjadi dampak yang besar. Sebab, berdasar pengalaman peristiwa bom pada waktu lalu, kinerja impor tidak terkena imbas. "Kalau pihak luar negeri nggak ada masalah, tapi yang perlu diperhatikan dampaknya di dalam negeri."
Mengacu peristiwa bom pada 2003 dan 2005 lalu, lanjut Amirudin, sebenarnya sempat terjadi guncangan impor karena banyak negara yang menahan pengiriman barang karena takut tidak dibayar. Tahun ini, kemungkinan semacam itu sangat kecil. "Soalnya impor sudah menjadi kebutuhan utama, seperti obat-obatan, dan material. Peristiwanya pun baru beberapa hari ini. Perdagangan tak terpengaruh bom."
Sementara itu, Dirjen Bea dan Cukai Anwar Supriyadi mengatakan bawa realisasi penerimaan bea cukai hingga semester pertama 2009 hampir mencapai 52 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 72,068 triliun. Angka tersebut setara dengan Rp 37,21 triliun. "Sudah tercapai hampir 52 persen dari target," ujarnya kemarin.
Dia mengatakan, penerimaan bea masuk hingga Juni 2009 mencapai Rp 8,79 triliun dengan target akhir tahun Rp 16,1 triliun. Sementara bea keluar tercatat Rp 666,8 miliar dengan target Rp 1,399 triliun. Penerimaan cukai hingga Juni sebesar Rp 27,75 triliun dari target akhir tahun Rp 54,65 triliun. "Ini memang target yang cukup berat dibandingkan tahun lalu," jelasnya. (wir/fat)