[ Rabu, 03 Juni 2009 ]
Trio Mallarangeng di Ring Satu
SALAH satu motor tim sukses capres-cawapres koalisi Cikeas, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono, adalah tampilnya keluarga Mallarangeng. Ada tiga Mallarangeng yang menjadi arsitek di balik tim pemenangan pasangan SBY-Boediono. Mereka adalah Andi Alfian Mallarangeng, Rizal Mallarangeng, dan Zulkarnain Mallarangeng. Mereka adalah putra mantan Wali Kota Parepare, Sulsel, Andi Mallarangeng dan Andi Asni Pattopoi.
Kalau Andi Mallarangeng, masyarakat tentu sudah tidak heran. Pria kelahiran Makassar, 14 Maret 1963, itu sejak 20 Oktober 2004 menjadi juru bicara kepresidenan. Dia juga menjadi pengurus DPP Partai Demokrat, yakni menjabat ketua departemen sumber daya manusia (SDM).
Sedangkan Zulkarnain atau akrab disapa Choel, yang menjadi CEO Fox Indonesia, sejak memasuki tahap pemilu legislatif dikontrak oleh Partai Demokrat dan SBY sebagai konsultan politik. Segala tetek bengek kampanye, iklan, hingga pencitraan SBY diurus Choel melalui Fox Indonesia.
Segudang ide bermunculan dari kepala Choel untuk kampanye SBY. Menurut dia, dirinya ingin mengembangkan model kampanye modern di Indonesia. Bagi dia, kampanye modern paling efektif dalam menjaring pemilih. Tentu saja Choel banyak belajar dari kampanye Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Hussein Obama.
Salah satu karya Choel yang monumental adalah kampanye hari terakhir Partai Demokrat di Magelang dalam pemilu legislatif lalu. Saat semua partai gencar melaksanakan rapat akbar di lapangan terbuka dengan ribuan massa, Partai Demokrat justru menghelat town hall meeting dengan peserta hanya 500 orang. Tapi, dia membawa seratus jurnalis dari Jakarta untuk meliput kegiatan tersebut. "Itu kampanye modern. Tidak perlu mengerahkan banyak massa, tapi efektif. Pesan tersampaikan," tegas Choel.
Yang cukup unik sebenarnya adalah bergabungnya Rizal di tim sukses SBY-Boediono. Direktur eksekutif Freedom Institute itu pada Pemilu 2004 mendukung Megawati. Pada Pilpres 2009, sebenarnya Celi -sapaan Rizal- berhasrat menjadi calon presiden (capres). Dia pernah berkampanye dengan memasang iklan di televisi, radio, dan media cetak untuk sosialisasi. Ratusan hingga ribuan baliho juga dia pasang dengan trademark RM 09. Karena tidak ada partai yang mendukung, dia membatalkan niat itu.
Dia tiba-tiba muncul beberapa jam sebelum deklarasi pasangan SBY-Boediono. Pria kelahiran 29 Oktober 1964 tersebut menjadi ketua rombongan cawapres Boediono dalam perjalanan kereta api dari Jakarta ke Bandung. Rombongan tersebut terkejut juga melihat kehadiran Celi. Bahkan, dalam perjalanan di kereta api, Celi tidak berhenti digojlok oleh anggota rombongan lain. "Kamu sabar dulu ya, tunggu 2014," ucap Boediono yang saat itu ikut ngguyoni Celi. Istri Celi, Dewi Tjakrawati, ikut menimpali. "Tenang, Pak Boed, pas deklarasi, Celi saya ikat biar tidak lepas ke panggung," tuturnya lantas tertawa. Semua yang mendengar ikut tertawa. Celi lantas hanya tersenyum kecut.
Doktor politik lulusan Ohio University, Amerika Serikat, itu adalah pendiri Fox Indonesia. Mungkin, itulah yang menjadi alasan bagi Celi untuk bergabung dalam tim sukses SBY-Boediono. (tom/agm)