[ Selasa, 24 Maret 2009 ]
Ilmuwan Kembangkan Darah Sintetis
Tapi, Masih Terganjal soal Etika
LONDON - Stok darah kosong. Di mana-mana, alasan itulah yang kerap menjadi kendala krusial bagi penangangan pasien yang memerlukan transfusi. Kabar baiknya, saat ini sejumlah ilmuwan Inggris Raya sedang mengembangkan teknologi pembuatan darah sintetis dari embrionik sel induk darah manusia. Jika berhasil, tidak akan ada lagi yang namanya kekurangan stok darah.
Para ilmuwan memaparkan, sel induk pada darah manusia berkembang dalam jangka waktu tak terbatas. Artinya, sebagaimana dilansir BBC, darah bisa diproduksi sebanyak yang dibutuhkan.
Sel sendiri bisa diciptakan dari embrio darah milik siapa pun, yang memiliki golongan O negatif. Sel buatan tersebut harus terjamin bebas dari infeksi karena akan diproses di luar tubuh manusia.
Proyek penelitian yang akan berjalan selama tiga tahun tersebut dibiayai Scottish National Blood Transfusion Service (SNBTS) serta melibatkan NHS Blood and Transplant dan The Welcome Trust. The Welcome Trust adalah badan amal terbesar di dunia untuk kepentingan penelitian medis.
Direktur SNBTS Profesor Marc Turner sebelumnya telah terlibat dalam proyek untuk memastikan darah yang disumbangkan untuk penelitian terbebas dari varian virus CJD, bentuk lain dari penyakit sapi gila pada manusia. Kehati-hatian sangat diperlukan karena beberapa pasien yang terinfeksi virus CJD diduga tertular melalui transfusi darah.
Juru bicara National Blood Service for England and North Wales kepada The Independent mengatakan bahwa negosiasi atas pelaksanaan riset gabungan tersebut masih terganjal isu legalitas.
''Wacana untuk menghancurkan embrio guna memproduksi sel induk memunculkan kritik dalam etika kedokteran. Namun, secara teori, satu embrio saja bisa dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan darah seluruh penduduk negara,'' kata sang juru bicara.
Juru bicara dari The Wellcome Trust menambahkan, masalah legalitas tersebut terus dicarikan jalan keluarnya oleh semua pihak yang terlibat. Hasilnya akan diumumkan minggu depan.
''Semua elemen penelitian ini harus bergerak cepat karena hasil penelitian ini sangat ditunggu banyak pihak,'' kata juru bicara The Welcome Trust.
Para ilmuwan akan melakukan tes terhadap embrio darah manusia melalui proses dalam program bayi tabung (IVF treatment) untuk dikembangkan menjadi golongan darah O negatif . Sebab, golongan darah itu bersifat universal dan bisa ditransfusikan kepada semua orang.
Untuk golongan darah lainnya, yang hanya dimiliki tujuh persen dari seluruh populasi manusia, bisa diproduksi dalam jumlah tak terbatas karena embrio sel induk bisa berkembang dalam waktu tak terbatas. (cak/ttg)