Selasa, 09 Februari 2010
 
  Berita Utama
[ Sabtu, 21 Maret 2009 ]
Menkes Stop Vaksin Asing
JAKARTA - Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari akan menyetop peredaran vaksin di luar vaksin wajib yang biasa disuntikan untuk bayi. Yakni, vaksin campak, polio, TB, dan DPT. Sebab, selain vaksin itu, manfaat untuk kesehatan belum bisa diketahui. Peredaran vaksin itu dikhawatirkan hanya sebagai politik perdagangan negara adidaya.

''Kita ingin meninjau pemberian vaksin kepada bayi. Yang jelas, vaksin yang dipakai sejak zaman baheula ada BSG, DPT, polio, dan campak. Tetapi, di masyarakat beredar banyak sekali vaksin di luar yang diharuskan,'' terang Siti Fadilah di gedung Depkes kemarin.

Menkes mengatakan, saat ini vaksin-vaksin itu banyak beredar di perkotaan. Bahkan, kabarnya, jumlah vaksin yang beredar ada sebelas. Karena itu, Depkes akan meninjau kembali pemakaian vaksin tersebut. Sebab, vaksin-vaksin itu belum teruji.

Menurut dia, vaksin-vaksin itu diadakan bukan berdasar evidence based layaknya keempat vaksin yang harus diberikan kepada balita. ''Khawatirnya, vaksin itu diedarkan berdasar evidence dagang oleh negara-negara adidaya,'' kritiknya.

Dia berjanji segera mengoordinasikan persoalan tersebut kepada Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Tujuannya, mereka tidak menerima penawaran vaksin oleh pihak asing. ''Kita akan adakan koordinasi segera. Sebab, vaksin itu diedarkan melalui IDAI,'' imbuhnya. (kit/oki)