Kamis, 09 September 2010
 
  Internasional
[ Senin, 08 Februari 2010 ]
Brown Mungkin Percepat Pemilu
Menangis dalam Wawancara TV

LONDON - Tercapainya kesepakatan transfer kekuasaan kehakiman dan keamanan di Irlandia Utara memberikan angin segar bagi Perdana Menteri (PM) Inggris Gordon Brown. Dalam hasil jajak pendapat terbaru ICM Survey untuk The Sunday Telegraph yang dirilis kemarin (7/2), diketahui selisih dukungan Brown dengan rivalnya dari Partai Konservatif menipis.

Dukungan publik Inggris untuk Brown dan Partai Buruh memang tetap berada di angka 30 persen. Tapi, dukungan untuk Partai Konservatif yang dipimpin David Cameron turun satu poin ke titik 39 persen. Itu merupakan pencapaian terburuk partai oposisi tersebut selama satu bulan terakhir. Sedangkan Partai Demokrat Liberal yang menduduki posisi ketiga mendapatkan dukungan 2 poin lebih banyak. Kini dukungan publik Inggris untuk partai tersebut mencapai 20 persen.

Meski hanya beda satu poin jika dibandingkan dengan bulan lalu, selisih dukungan yang kian tipis dengan Partai Konservatif itu diapresiasi serius oleh kubu Brown. Seorang sumber senior di pemerintahan mengatakan bahwa pengganti Tony Blair tersebut mungkin akan mempercepat pemilu.

"Ada perubahan di Downing Street No 10 (kantor PM Inggris, Red). Tentu saja berkaitan dengan pemilu yang segera berlangsung. Juga, keyakinan bahwa akhirnya kami tiba di depan pintu dan Tory (sebutan Partai Konservatif, Red) terguncang," urai sumber tersebut kepada The Sunday Telegraph.

Dalam kesempatan itu, sumber yang tidak disebutkan identitasnya tersebut mengatakan, sampai sekarang jadwal pelaksanaan pemilu memang masih 6 Mei. "Tapi, Anda tidak bisa mengabaikan April begitu saja," ucap dia mengindikasikan kubu Brown bakal memajukan agenda pemilu sebulan lebih cepat.

Tapi, para pejabat senior Partai Buruh mengimbau pemimpin 58 tahun tersebut untuk sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan. Sebab, salah langkah sedikit saja bisa berakibat fatal bagi partainya dan menguntungkan lawan. Kabarnya, kantor PM kini mempertimbangkan 15 April sebagai tanggal baru pelaksanaan pemilu. Artinya, kedua kubu hanya akan memiliki waktu maksimal dua bulan untuk mengupayakan kemenangan masing-masing.

Jika Brown dan jajaran pemerintahan benar memutuskan 15 April sebagai tanggal baru, Menteri Keuangan Alistair Darling tidak punya waktu banyak untuk menyusun anggaran.

Rencananya, jajaran Kementerian Keuangan baru menggelar rapat tentang anggaran pemilu pada akhir Maret nanti. Sebab, berdasar agenda semula, pemilu baru diselenggarakan pada 6 Mei. Namun, dengan dimajukannya tanggal pencoblosan sekitar sebulan, Darling terpaksa menghelat rapat anggaran lebih cepat.

Sementara itu, Brown yang mendapatkan semangat baru dari kesepakatan damai Irlandia Utara tersebut terus berupaya meraih simpati publik. Salah satunya, dia membagikan kisah pilu kematian putri sulungnya kepada masyarakat. Dalam wawancara dengan host Piers Morgan untuk program Life Stories yang akan ditayangkan stasiun televisi ITV pekan depan itu, Brown mencucurkan air mata. Menurut Daily Mail, Sarah Brown yang mendampingi sang suami sejak awal tidak bisa menahan tangis.

Brown mengatakan bahwa Jennifer, putri sulungnya, meninggal sepuluh hari setelah dilahirkan secara prematur. Bayi perempuan yang dilahirkan pada 2002 tersebut meninggal karena perdarahan otak. Sementara itu, adik laki-laki Jennifer yang kini berusia tiga tahun menderita cystic fibrosis.

"Sulit dipercaya Brown berbicara seperti itu. Di antara semua orang yang hadir di studio Morgan, tidak ada yang tidak menangis," kata seorang laki-laki yang menonton langsung wawancara sekitar dua jam tersebut di studio ITV. (hep/ttg)