[ Jum'at, 01 Januari 2010 ]
Aktifkan Pemindai Tubuh di Enam Bandara AS
WASHINGTON - Pascaupaya pengeboman pesawat Northwest Airline yang gagal, enam bandara internasional Amerika Serikat kembali menggalakkan pemakaian alat pemeriksaan seluruh tubuh sebagai pemeriksaan utama. Yaitu di Bandara Albuquerque di New Mexico, Las Vegas, Miami, San Francisco, Salt Lake City, dan Tulsa di Oklahoma. Meski demikian, alat pendeteksi logam masih tetap digunakan sebagai alat pemeriksa kedua. Sedangkan 13 bandara lain hanya menggunakan scanner itu dalam pemeriksaan acak.
''Badan Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) meminta pelaksanaan 150 pemeriksaan tubuh secara keseluruhan dipasang di bandara pada awal 2010,'' papar Suzanne Trevino, juru bicara TSA Bandara Salt Lake City, kepada Associated Press.
Di sisi lain, laporan terkait tersangka pengeboman pesawat Northwest Airline yang membawanya terbang dari Amsterdam ke Detroit, Umar Farouk Abdulmutallab, segera sampai ke tangan Presiden AS Barack Obama.
Di dalamnya disebutkan, antara lain, penyebab lolosnya pemuda Nigeria itu dari pemeriksaan di beberapa bandara internasional. The Washington Post melaporkan, selama ini tak ada agen pemerintah yang melakukan pemeriksaan untuk mencari tahu apakah Abdulmutallab memiliki visa yang berlaku untuk memasuki AS. Khususnya setelah laporan dari ayahnya, Alhaji Umaru Mutallab, muncul bulan lalu di Kedutaan AS di Abuja, Nigeria. Kalaupun ada informasi mengenai rencana pengeboman, informasi itu tak dihubungkan dengan laporan ayah Abdulmutallab.
''Informasi yang tepat tak didapatkan orang yang tepat. Jika semua tahu informasi telah dilengkapi, kami akan bekerja dengan cara berbeda,'' ujar seorang petugas intelijen senior kepada AFP.
Kritikan Obama mengenai kegagalan sistem keamanan AS ditepis Porter Goss selaku mantan direktur CIA. ''Informasi telah dibagi. Bukan berarti informasi itu tak sampai, tetapi karena begitu banyak informasi yang terlewati. Ada masalah terkait dengan semua data itu,'' jelas Goss seperti dikutip AFP. (war/ami)