JawaPos Radar

Tenggelamkan Airbus A300 untuk Wisata Selam

08/06/2016, 05:40 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
Tenggelamkan Airbus A300 untuk Wisata Selam
Tenggelamkan Airbus A300 untuk Wisata Selam (DHA Photo)
Share this image

JawaPos.com KUSADASI – Gemuruh tepuk tangan terdengar ketika pesawat jet komersial Airbus A300 pelan-pelan tenggelam di perairan dekat resor Kusadasi, Provinsi Aydin, Turki, Sabtu (4/6).

Tentu, pesawat jumbo itu tidak sedang berisi penumpang. Pesawat tersebut ditenggelamkan ke dasar laut karena diharapkan akan menjadi terumbu karang buatan. Tujuan jangka panjangnya menjadikan kawasan itu spot menarik untuk menyelam.

’’Tujuan kami adalah membuat Kusadasi sebagai pusat pariwisata selam. Selain itu, melindungi kehidupan bawah air. Dengan tujuan tersebut, kita semua telah melihat salah satu bangkai kapal terbesar di dunia,’’ ujar Wali Kota Aydin Özlem Çerçio?lu saat memimpin prosesi penenggelaman itu.

Turki sebelumnya juga menenggelamkan pesawat untuk dijadikan terumbu karang. Namun hanya sebuah pesawat kecil, bukan Airbus A300 yang memiliki panjang 54 meter.

Otoritas setempat menyatakan, Turki merupakan negara pertama di dunia yang menggunakan pesawat Airbus A300 untuk terumbu karang buatan.

Pesawat yang ditenggelamkan itu sudah berusia 35 tahun. Pemerintah setempat membelinya 270 ribu lira (Rp 1,2 miliar). Sejak April lalu pesawat tersebut dibongkar di Istanbul. Bahan-bahan yang sekiranya tidak dibutuhkan dan berbahaya untuk lingkungan telah diambil.

Butuh waktu 2,5 jam sebelum pesawat itu benar-benar tenggelam di dasar laut. Beberapa penyelam membantu mengarahkan agar pesawat Airbus tersebut bisa ditempatkan di posisi yang tepat. Airbus itu akhirnya berbaring sekitar 20–25 meter dari permukaan laut.

Pemerintah Turki memang membutuhkan hal luar biasa untuk menarik wisatawan. Sebab, teror yang terus mendera negara tersebut membuat sektor pariwisata kian terpuruk.

Amerika Serikat (AS), Inggris, Rusia, Israel, dan negara-negara lainnya menerbitkan travel warning untuk kunjungan ke Turki. Padahal, selama ini sektor pariwisata menjadi penyokong perekonomian di Turki. Lebih dari 1 juta penduduk tercatat bekerja di sektor itu.

Berdasar data yang dirilis The Wall Street Journal, pendapatan dari sektor pariwisata pada kuarter terakhir tahun lalu turun 14,3 persen.

Booking untuk wisata musim panas tahun ini juga turun 40 persen. Okupansi hotel meluncur turun 50 persen sejak 2015. Ratusan hotel, penginapan, dan butik akhirnya dijual pemiliknya karena tidak lagi menguntungkan.

Konflik perbatasan juga berimbas pada pariwisata turki. Dulu, Turki menjadi jujukan turis asal Rusia. Namun, semua berubah sejak Turki menembak jatuh pesawat milik Rusia pada November tahun lalu.

Moskow langsung menjatuhkan sanksi ekonomi pada Ankara. Januari tahun ini kunjungan turis Rusia turun 81 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. (AFP/RT/sha/c15/any)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up