ILUSTRASI Selat Hormuz. Harga minyak mentah acuan Brent naik 8 persen pada Minggu (12/4) ke level USD 103 per barel. (Freepik)
JawaPos.com - Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun. Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers mengenai kebijakan harga BBM bersubsidi dan transportasi udara di Jakarta, Senin (6/4).
Menurut, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, keputusan pemerintah menahan kenaikan harga BBM cukup populis di tengah naiknya harga crude imbas ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Asumsi harga minyak dalam APBN 2026 sebesar USD 70 per barel. Namun saat ini, harga minyak berada pada rentang USD 100-115 per barel.
Bahkan Al Jazeera melaporkan, pada Minggu (12/4) kemarin, harga minyak mentah Brent yang menjadi patokan internasional, sudah naik di atas 8 persen menyentuh level USD 103 per barel, usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan blokade angkatan laut terhadap Iran.
ReforMiner Institute telah menyusun simulasi 5 skenario kenaikan harga BBM serta dampaknya terhadap fiskal APBN dan makro ekonomi (inflasi serta pertumbuhan ekonomi). "Secara keseluruhan, manfaat fiskal yang dihasilkan bersifat signifikan dan langsung, sementara dampak terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi relatif terbatas namun tetap perlu dikelola," jelas Komaidi dalam laporan diskusi beberapa waktu lalu.
Kenaikan harga BBM secara langsung memangkas beban subsidi dan kompensasi ratusan triliun rupiah. Defisit anggaran menyempit dan laju penambahan utang negara dapat ditekan secara signifikan.
Jika harga BBM dinaikkan Rp 500 per liter, maka penghematan subsidi dan kompensasi Rp 23,95 triliun. Harga BBM dinaikkan Rp 1.000 per liter, besaran penghematannya Rp 47,91 triliun.
Jika harga BBM dinaikkan Rp 1.500 per liter, maka penghematan subsidi dan kompensasi Rp 71,86 triliun. Harga BBM dinaikkan Rp 2.000 per liter, dapat penghemat Rp 95,81 triliun. Dan, harga BBM dinaikkan Rp 2.500 per liter, penghematannya Rp 119,77 triliun.
Namun di sisi lain, kebijakan kenaikan harga BBM memicu lonjakan inflasi, terutama memukul sektor transportasi darat dan logistik. Selain itu, menggerus daya beli dan menciptakan pengereman pada laju pertumbuhan PDB nasional.
Simulasi kenaikan harga BBM oleh ReforMiner Institute. (dok. ReforMiner)
Lantas seberapa besar dampaknya terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi?
"Kenaikan harga BBM memberikan trade-off yang jelas antara perbaikan fiskal dan tekanan makroekonomi," pungkas Komaidi.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
