CEO Arsari Group, Hashim S. Djojohadikusumo. (Istimewa)
JawaPos.com - Pemerintah tengah melakukan pengembangan Lapangan Gas Mako di Wilayah Kerja Duyung, lepas pantai Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau. Proyek ini merupakan investasi strategis yang dikembangkan melalui kerja sama pemerintah, WNEL sebagai operator, dan PT Nations Natuna Barat.
Terkait itu, SKK Migas bersama Conrad Asia Energy menggelar upacara penandaan dimulainya tahap implementasi Final Investment Decision (FID). Sebagai bagian dari upaya memastikan kepastian komersialisasi gas, WNEL telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas (Gas Sales Agreement/GSA) dengan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) sebagai offtaker.
Acara tersebut dihadiri Kepala SKK Migas Djoko Siswanto serta pengusaha Hashim S. Djojohadikusumo. Turut hadir perwakilan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, PT PLN EPI, Bank Negara Indonesia, serta jajaran manajemen SKK Migas.
Penandatanganan GSA tersebut menjadi fondasi penting dalam mendukung kelayakan proyek sekaligus menjamin penyerapan produksi gas Lapangan Mako untuk kebutuhan pembangkit listrik nasional.
“Keputusan investasi ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dan KKKS untuk mempercepat pengembangan lapangan gas potensial. Lapangan Gas Mako diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi gas nasional serta mendukung kebutuhan energi dalam negeri,” ujar Kepala SKK Migas Djoko Siswanto di Jakarta, Senin (2/3).
Djoko mengatakan, SKK Migas akan mengawal proyek agar berjalan sesuai rencana. Pemerintah juga mengedepankan aspek keselamatan kerja dan kepatuhan terhadap regulasi.
Pengembangan Proyek Mako memasuki rangkaian fase utama mulai dari Pre FID pada 2025 hingga mencapai First Gas pada Q4 2027. Kegiatan mencakup engineering, procurement, konstruksi, pengeboran, instalasi offshore, hingga commissioning dan start up. Proyek ini ditargetkan dapat beroperasi sesuai jadwal untuk mendukung kebutuhan energi nasional.
Sementara itu, CEO Arsari Group, Hashim S. Djojohadikusumo mengatakan, keterlibatan pihaknya dalam pengembangan Lapangan Gas Mako merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk mendukung ketahanan energi nasional.
“Dengan pengalaman panjang dan teruji sektor migas serta dukungan pembiayaan yang solid, kami optimistis proyek ini dapat dijalankan secara profesional, tepat waktu, dan memberikan kontribusi nyata bagi penerimaan negara serta penguatan ketahanan energi Indonesia,” kata Hashim.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
