JawaPos Radar

Di Balik LTV, Ini Tantangan Merealisasikan Kebutuhan Rumah Indonesia

13/07/2018, 12:33 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Di Balik LTV, Ini Tantangan Merealisasikan Kebutuhan Rumah Indonesia
ndonesia masih memiliki kebutuhan rumah atau backlog sebesar 11,38 juta unit. (Frizal/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Perbankan plat merah yang berfokus pada pembiayaan perumahan, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mengaku, banyak peluang dan tantangan sektor perumahan tahun ini setelah Bank Indonesia (BI) melonggarkan Loan To Value (LTV) Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Direktur Consumer Banking BTN, Budi Satria mengungkapkan, perhatian dan dukungan Pemerintah sangat tinggi.  Indonesia juga diuntungkan oleh bonus demografi yang mendorong pertumbuhan nasabah kelas menengah dan affluent.

Menurutnya, Kontribusi sektor perumahan terhadap PDB berkisar antara 2,5 persen hingga 2,8 persen. 

“Dengan kontribusi 2,8 persen di Indonesia, berarti masih banyak ruang bisnis yang bisa dikembangkan," ujarnya seperti diberitakan Jumat (13/7).

Kemudian, Budi menuturkan, Indonesia masih memiliki kebutuhan rumah atau backlog sebesar 11,38 juta unit. Hal itu dipicu adanya kesenjangan antara kebutuhan rumah baru dengan kapasitas bangun serta masih banyak masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Kemudian, kata Budi, banyak juga masyarakat yang masih buta terkait manfaat bank atau unbankable. Pasalnya untuk membeli rumah bagi MBR dibutuhkan pembiayaan kredit dari perbankan.

Budi menambahkan, ketersediaan lahan pun menjadi kendala para pengembang dalam membangun unit. Selama ini, belum ada landbank yang selaras dengan stabilitas harga.

“Proses perizinan juga membutuhkan waktu yang lama,” tandasnya. 

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up