Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 Juni 2026 | 13.53 WIB

PLN EPI Ungkap Potensi Besar CBG dari Limbah Sawit, Bisa Pangkas Emisi 14 Juta Ton

Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Hokkop Situngkir. (Dok. PLN EPI) - Image

Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Hokkop Situngkir. (Dok. PLN EPI)

JawaPos.com - Pemanfaatan Compressed Biomethane Gas (CBG) dari limbah cair kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) dinilai punya potensi besar mendukung transisi energi nasional.

Selain menekan emisi gas rumah kaca, pengembangan CBG juga diyakini kurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor gas alam cair (liquefied natural gas/LNG).

Pandangan itu disampaikan Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Hokkop Situngkir dalam forum Climate Policy Initiative (CPI) bertema Peluang dan Strategi Pembiayaan Kegiatan Pengurangan Emisi Metana untuk Sektor Industri di Indonesia yang digelar di Jakarta.

Menurut Hokkop, Indonesia punya peluang besar mengubah limbah industri kelapa sawit menjadi sumber energi bersih bernilai ekonomi tinggi.

Dengan bahan baku melimpah, dukungan teknologi, serta akses pembiayaan mulai terbuka, pengembangan biomethane siap memasuki tahap implementasi lebih luas.

"Kalau industri sawit ini bisa kita manfaatkan untuk kepentingan energi ekonomi, potensinya sangat besar. Sumbernya ada, teknologinya ada, pembiayaannya ada. Tinggal bagaimana kita membangun skema bisnis yang tepat sehingga bisa segera diimplementasikan," kata Hokkop.

Data PLN EPI menunjukkan Indonesia memiliki sekitar 3.000 pabrik kelapa sawit yang menghasilkan limbah cair mencapai 130 juta meter kubik setiap tahun.

Namun, sebagian besar limbah tersebut masih belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai sumber energi alternatif.

Di sisi lain, POME merupakan salah satu sumber emisi metana yang cukup besar. PLN EPI memperkirakan limbah sawit menyumbang emisi sekitar 20 juta ton setara karbon dioksida (CO2e) setiap tahun.

"Kita melihat sumber emisi dari POME ini mencapai sekitar 20 juta ton karbon ekuivalen. Hampir 90 persen sebenarnya bisa diselesaikan melalui utilisasi menjadi sumber energi baru," ujarnya.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore