
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya memberikan paparan pada diskusi publik.
JawaPos.com - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menilai industri gim dan esports kini telah berkembang melampaui fungsi utamanya sebagai hiburan. Menurutnya, sektor ini memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu motor penggerak ekonomi kreatif nasional sekaligus menciptakan berbagai profesi baru bagi generasi muda.
“Kementerian Ekraf bukan hanya fokus terhadap talenta saja, tetapi keseluruhan ekosistem mulai dari gamers, casters, komunitas, event organizer, media, hingga profesi baru untuk subsektor gim yang membuka lapangan kerja dan ruang tumbuh bagi generasi muda Indonesia,” kata Teuku Riefky Harsya dalam keterangan resminya, dikutip Senin (8/6).
Ia menjelaskan, tren di kalangan generasi Z dan milenial menunjukkan bahwa sekitar 60 persen dari mereka lebih memilih pekerjaan yang sesuai dengan minat dan passion. Fenomena tersebut dinilai menjadi momentum penting bagi pertumbuhan industri kreatif, terutama pada sektor gim dan esports yang terus menunjukkan perkembangan positif.
Dukungan pemerintah terhadap kemajuan industri ini diwujudkan melalui kerja sama yang berkelanjutan dengan Indonesia Esports Association (IESPA). Kolaborasi tersebut sebelumnya telah dituangkan dalam nota kesepahaman yang mencakup pengembangan talenta digital, peningkatan nilai ekonomi industri gim, hingga perluasan ruang inovasi bagi pelaku usaha kreatif.
Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya, Kementerian Ekraf menerima penghargaan sebagai Mitra Lembaga Pemerintah Terbaik dalam Musyawarah Nasional (Munas) IESPA 2026.
Sementara itu, Ketua Umum IESPA, Ibnu Sulistyo Riza Pradipto, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku industri untuk membangun ekosistem esports yang kuat dan berkelanjutan.
"Kami ingin IESPA tidak hanya fokus pada pembinaan atlet atau pro player saja, tetapi juga membangun seluruh rantai ekosistem esports. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, kami optimistis esports Indonesia mampu melangkah lebih jauh dan punya kekuatan regional maupun global,” ucap Ibnu Sulistyo Riza Pradipto.
Menurutnya, pengembangan esports tidak hanya berkaitan dengan pencapaian prestasi di arena kompetisi. Lebih dari itu, industri ini juga berpotensi menjadi salah satu pilar ekonomi kreatif yang mampu membuka peluang usaha, menghadirkan lapangan pekerjaan baru, serta mencetak talenta digital yang siap bersaing di tingkat global.
Dengan dukungan yang terus mengalir dari pemerintah, komunitas, dan pelaku industri, prospek esports Indonesia dinilai semakin menjanjikan sebagai sektor yang tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
