
Kondisi listrik padam di Jalan Soebrantas Panam Pekanbaru, Jumat (22/5/2026).(EVAN GUNANZAR/RIAUPOS.CO)
JawaPos.com - Proses pemulihan sistem kelistrikan Sumatera pascagangguan transmisi interkoneksi menuntut penanganan yang super hati-hati. Langkah bertahap wajib diambil demi menjaga stabilitas pasokan listrik agar kembali normal tanpa memicu risiko fatal.
Mengingat jaringan interkoneksi Sumatera membentang hingga ribuan kilometer dan melibatkan banyak pembangkit, proses pemulihan yang relatif cepat ini dinilai menjadi bukti penanganan yang cukup berhasil di lapangan.
Memulihkan sistem kelistrikan berskala besar ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), M Kholid Syeirazi, menegaskan bahwa seluruh komponen sistem yang lumpuh harus disinkronkan kembali secara stabil.
"Pemulihan sistem kelistrikan skala besar memang harus dilakukan penuh kehati-hatian. Yang dikejar bukan sekadar cepat menyala, tetapi memastikan sistem kembali normal secara aman dan andal," ujar Kholid dalam keterangannya, Minggu (31/5).
Dalam sistem interkoneksi, indikator utama keseimbangan antara daya pembangkit dan beban pelanggan terletak pada kestabilan frekuensi. Jika gangguan besar membuat sejumlah pembangkit lepas dari sistem, frekuensi akan merosot tajam dan berpotensi memicu efek domino yang lebih parah.
"Kalau recovery dilakukan terlalu cepat tanpa sinkronisasi yang tepat, risikonya frekuensi kembali turun dan memicu pembangkit lepas lagi dari sistem. Itu yang harus dihindari," jelasnya.
Oleh karena itu, petugas di lapangan harus melakukan pemulihan secara bertahap dan terukur. Langkah ini krusial agar sinkronisasi antar-pembangkit tetap terjaga, baik dari segi frekuensi, tegangan, hingga sudut fasa sistem.
Jika proses pemulihan dilakukan terlalu agresif, ketidakseimbangan antara pasokan listrik dan beban justru bisa berakibat fatal. Nyawa dari sistem interkoneksi Sumatera ini bertumpu pada stabilitasnya.
"Dalam sistem interkoneksi sebesar Sumatera, stabilitas sistem menjadi prioritas utama. Recovery bertahap justru diperlukan agar sistem benar-benar pulih secara aman," katanya.
Alasan lain di balik lamanya proses pemulihan adalah karakteristik dari pembangkit thermal seperti PLTU. Jenis pembangkit ini memerlukan waktu ekstra untuk bisa kembali masuk ke dalam sistem kelistrikan Sumatera.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
