
Ilustrasi alat berat tengah bekerja di lahan pertambangan. (Istimewa).
JawaPos.com – Permintaan listrik nasional diperkirakan meningkat sebesar 5,3 persen setiap tahunnya. Walaupun penggunaan energi baru terbarukan terus meningkat, batu bara tetap memegang peranan strategis dalam bauran energi nasional.
Tumbuhnya permintaan listrik nasional mendorong proyeksi pertumbuhan konsumsi batu bara yang stabil sebagai pilar utama produksi listrik tanah air. Di sisi lain, nikel muncul sebagai komoditas penggerak masa depan yang sangat krusial bagi transisi energi global.
Indonesia saat ini telah mengukuhkan posisinya dengan mendominasi produksi nikel global dengan menguasai 67% pangsa pasar. Posisi Indonesia diproyeksikan semakin kuat, hingga mampu memimpin produksi nikel dunia dengan menguasai 74% pangsa pasar pada 2035.
Peningkatan aktivitas pada kedua komoditas unggulan ini mendorong lonjakan kebutuhan operasional secara signifikan di lapangan. Akibatnya, skala aktivitas pertambangan menjadi jauh lebih masif dan memiliki tingkat kompleksitas teknis yang semakin tinggi.
Peningkatan kualitas kompleksitas teknis operasional pertambangan modern, membuat pemilik tambang tidak dapat menangani semua persoalan secara langsung. Peran kontraktor jasa pertambangan menjadi semakin vital dalam kondisi ini, karena berfungsi sebagai enabler utama yang menjamin terciptanya efisiensi dan produktivitas. Kesuksesan proyek tambang sangat bergantung pada konsistensi dan kualitas eksekusi operasional di lapangan.
Baca Juga:Kikis Risiko Fiskal, Komisi XII DPR RI Dorong Penggunaan Rupiah dalam Transaksi DMO Batu Bara
"Di industri pertambangan, yang paling menentukan bukan hanya resource, tapi konsistensi eksekusi di lapangan," ujar Direktur Utama PT Andalan Artha Primanusa, Gahari Christine.
Gahari yakin prospek industri pertambangan ke depan akan tetap kuat. Proyeksi untuk energi konvensional tetap stabil di tengah percepatan program hilirisasi nasional. Melihat potensi ini, Andalan berkomitmen untuk menjaga kualitas operasional serta mempererat kemitraan strategis.
Selama 8 tahun berdiri, Andalan fokus pada penyediaan solusi end-to-end, mulai dari fase eksplorasi, produksi, hingga tahap reklamasi. Perseroan saat ini mengelola sejumlah kontrak operasional strategis, termasuk kerja sama dengan PT Satria Bahana Sarana di wilayah operasi PT Bukit Asam Tbk.
Memasuki 2026, Andalan memperkuat posisinya dengan mengamankan berbagai kontrak baru di sektor operasional batubara. Kontrak tersebut mencakup pekerjaan dari PT Daya Bumindo Karunia, PT Intan Bumi Persada, dan PT Arkara Prathama Energi.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
