
Ilustrasi pengembangan rumah sederhana yang banyak diincar konsumen. (Istimewa)
JawaPos.com — Program 3 juta rumah yang digagas Presiden Prabowo Subianto diyakini dapat memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian. Selain jadi andalan dalam penyediaan rumah bagi masyarakat, pelibatan 185 industri turunan dapat menyerap tenaga kerja langsung dan tidak langsung yang sangat besar.
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menjelaskan bahwa efek berganda tersebut disebabkan oleh meningkatnya permintaan terhadap rantai pasok domestik. Hal itu, lanjutnya, juga akan berdampak positif bagi usaha, baik skala lokal maupun nasional.
“Eksekusi Program 3 Juta Rumah memicu reaksi berantai dan multiplier effect yang menggerakkan roda ekonomi dari skala usaha mikro hingga korporasi besar,” ujar Qodari dalam konferensi pers, Selasa (15/4).
Ia menjabarkan bahwa program ini dapat meningkatkan utilisasi produksi material dasar, seperti semen, baja ringan, keramik, batu bata, genteng, dan cat. Sementara itu, di sisi hilir, program ini dapat menggeliatkan permintaan bagi UMKM furnitur, produsen alat elektronik rumah tangga, desain interior, serta jasa asuransi dan perbankan.
"Pembangunan rumah mengaktifkan sedikitnya 185 industri turunan,"tambah dia.
Gandeng Swasta Bangun Rumah Subsidi
Di sisi lain, untuk mengakomodir peminatan masyarakat terkait rumah subsidi, Pemerintah berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta. Salah satu langkah strategis itu diwujudkan melalui pembangunan rumah susun subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
“Pembangunan rumah susun subsidi di kawasan Meikarta menjadi terobosan kolaboratif antara pemerintah, swasta, dan lembaga pembiayaan, yang ditandai dengan groundbreaking pada 8 Maret 2026 di lahan sekitar 30 hektare yang telah clean and clear,” ujar Qodari
Qodari menegaskan pemerintah akan terus mendorong pembangunan hunian vertikal sebagai solusi atas kebutuhan perumahan di berbagai wilayah di Indonesia. Proyek ini memiliki potensi penyediaan hingga 141.000 unit hunian vertikal dengan penyelesaian secara bertahap.
Selain fokus pada kawasan perkotaan, Qodari menyampaikan pemerintah juga menunjukkan komitmen dalam penanganan pascabencana melalui pembangunan hunian tetap (huntap) bersama Yayasan Buddha Tzu Chi.
“Pemerintah membangun hunian tetap relokasi bagi masyarakat terdampak bencana sebanyak 2.603 unit rumah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dengan pendekatan gotong royong,” ucapnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
