
Jajaran Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero) memastikan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) di Surabaya Jawa Timur, aman selama periode mudik Lebaran. (Pertamina)
JawaPos.com – Jajaran Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero) memastikan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) di Surabaya Jawa Timur, aman selama periode mudik Lebaran. Pernyataan ini disampaikan usai melakukan kunjungan kerja ke SPBU 51.601.65 Jemursari untuk memantau kesiapan Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri (Satgas RAFI).
Dalam kunjungan tersebut, Dewan Komisaris meninjau kesiapan sarana dan prasarana SPBU, implementasi standar operasional prosedur (SOP), aspek keselamatan dan keamanan (HSSE), serta kualitas pelayanan kepada konsumen.
Komisaris Independen Pertamina, Condro Kirono, mengatakan wilayah Jawa Timur menjadi salah satu titik penting dalam arus mudik dan balik Lebaran. Karena itu, ketersediaan BBM harus dipastikan tetap aman dan tepat sasaran.
“Jawa Timur ini menjadi tempat arus mudik dan arus balik yang cukup tinggi. Selain dari barat juga dari timur, dari Bali dan sebagainya. Sehingga ketersediaan BBM harus dipastikan sampai tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat kualitas kepada masyarakat,” ujar Condro Kirono dalam keterangannya, Kamis (5/3).
Selain memastikan pasokan energi, Dewan Komisaris juga menyoroti optimalisasi layanan kepada masyarakat melalui Call Center 135. Layanan tersebut dinilai penting untuk merespons kebutuhan masyarakat secara cepat, terutama ketika terjadi kendala pasokan BBM di lapangan.
“Layanan Call Center 135 harus dipastikan berjalan efektif. Ketika masyarakat menelepon karena membutuhkan BBM, operator harus memastikan petugas SPBU benar-benar bergerak menuju lokasi masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Pertamina juga diminta mengoptimalkan fasilitas tambahan bagi pemudik melalui program Serambi MyPertamina. Fasilitas ini diharapkan menjadi tempat istirahat yang aman dan nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jauh.
Menurut Condro, Serambi MyPertamina perlu dimaksimalkan terutama di lokasi yang berpotensi terjadi kepadatan pemudik, seperti bandara, rest area tol, dan pelabuhan.
“Serambi-serambi MyPertamina harus betul-betul dioptimalkan. Di sana tersedia layanan kesehatan, tempat istirahat bagi anak-anak dan orang tua, khususnya di lokasi dengan tumpukan pemudik seperti bandara, rest area tol, dan pelabuhan,” tukasnya.
Sebelumnya, berdasarkan hasil survei nasional Kementerian Perhubungan (Kemenhub) disebutkan bahwa Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu simpul pergerakan utama nasional, baik sebagai daerah asal maupun tujuan pemudik, serta sebagai penghubung koridor Jawa-Bali dan kawasan Pulau Jawa bagian Timur.
Dalam hasil survei itu diperkriakan bahwa pergerakan masyarakat selama masa Angkutan Lebaran tahun 2026 adalah sebesar 50,60% penduduk atau 143,91 Juta Orang. Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu Provinsi asal favorit nasional terbesar nomor 3, sebesar 17,12 Juta Orang.
Sementara itu, Provinsi Jawa Timur juga merupakan Provinsi tujuan mudik favorit nasional nomor 2, sebesar 27,29 Juta Orang. Adapun Kota Surabaya termasuk dalam Kabupaten - Kota tujuan favorit nasional dengan prakiraan pergerakan masyarakat sebesar 732 Ribu Orang.
