
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA)
JawaPos.com – Gejolak di Selat Hormuz mulai berdampak ke industri dalam negeri. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) resmi menyatakan force majeure imbas terganggunya pengiriman bahan baku akibat konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran.
Pemberitahuan tersebut telah disampaikan perseroan kepada para pelanggan pada 2 Maret 2026. Mengutip laporan Bloomberg, manajemen menyebut durasi kondisi force majeure belum dapat dipastikan karena perkembangan situasi masih sangat dinamis.
Manajemen TPIA menegaskan terus memantau eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Sejumlah langkah mitigasi telah disiapkan untuk menjaga kesinambungan bisnis.
“Sebagai bagian dari langkah-langkah ini, kami akan menyesuaikan tingkat operasional (run rates) di pabrik-pabrik kami,” ujar manajemen TPIA dikutip Bloomberg, Rabu (4/3).
Penyesuaian tersebut dilakukan sebagai respons atas terganggunya arus distribusi energi global. Sejak konflik memanas, lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz dilaporkan turun signifikan. Padahal, sekitar 20 persen pasokan minyak mentah dan gas alam cair dunia melintasi jalur strategis tersebut.
Perusahaan milik taipan Prajogo Pangestu itu selama ini mengandalkan pasokan bahan baku yang sebagian distribusinya melalui kawasan Timur Tengah. Gangguan pengiriman otomatis berdampak pada rantai pasok industri petrokimia nasional.
Sebagai pemain utama di sektor ini, Chandra Asri mengoperasikan kompleks petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia dengan produk utama olefin dan poliolefin. Perseroan juga memiliki fasilitas pengolahan serta industri kimia hilir di Singapura melalui skema joint venture.
Berdasarkan informasi perusahaan, kapasitas kilang yang dimiliki mencapai sekitar 237 ribu barel per hari. Selain itu, fasilitas cracker naphtha perseroan mampu memproduksi hingga 0,9 juta metrik ton per tahun.
Sebelumnya, manajemen TPIA mengungkapkan sekitar 50 persen kebutuhan petrokimia nasional masih dipenuhi melalui impor. Di sisi lain, pertumbuhan permintaan domestik tercatat melampaui rata-rata global.
Kondisi tersebut menjadi dasar bagi TPIA untuk memperkuat kapasitas produksi, mendorong substitusi impor, serta menciptakan nilai tambah bagi perekonomian termasuk pembukaan lapangan kerja di dalam negeri.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
