
Photo
JawaPos.com - Seratus hari pemerintahan Presiden RI Joko Widodo periode kedua masih menyimpan pekerjaan rumah yang cukup banyak, termasuk di bidang ekonomi. Salah satu masalah yang diwaspadai yakni kelas menengah yang cenderung konsumtif.
Center Makroekonomi dan Keuangan INDEF Abdul Manap Pulungan menjelaskan, berdasarkan pengeluaran atau konsumsinya, kelas menengah dibagi menjadi beberapa kelompok. Pertama, kelompok dengan pengeluaran di bawah Rp 1 juta per bulan.
Kedua, kelompok dengan pengeluaran Rp 1 juta-Rp 1,5 juta per bulan. Ketiga, kelompok dengan pengeluaran Rp 2 juta-Rp 3 juta per bulan. Keempat, kelompok dengan pengeluaran Rp 3 juta-Rp 5 juta per bulan.
Keenam, kelompok dengan pengeluaran Rp 5 juta-Rp 7,5 juta per bulan. Terakhir, Kedua, kelompok dengan pengeluaran di atas Rp 7,5 juta per bulan.
"Kelompok yang ada di Indonesia masih didominasi kelompok paling bawah, sehingga berpeluang kembali ke kelompok berpenghasilan rendah," ujarnya di ITS Tower Jakarta, Kamis (6/2).
Dia melihat, kecenderungan masyarakat khususnya kelas menengah yang konsumtif ini membahayakan dalam jangka panjang. Pasalnya, produk-produk yang dikonsumsi pun sebagian besar impor.
Sehingga, jika tidak dibarengi dengan kegiatan yang produktif, maka bonus demografi akan kadaluarsa pada 2045. Apalagi, pada tahun itu, diperkirakan terjadi lonjakan lansia mencapai 63,32 juta.
Selain berpotensi mengabaikan bonus demografi, kecenderungan konsumtif ini juga memaksa pemerintah untuk terus intervensi pasar. Atas dasar itu, dia menyarankan pemerintah punya terobosan untuk menekan kecenderungan ini, salah satunya dengan meningkatkan produktivitas masyarakat.
"Kalau enggak dikelola, maka dia (kelompok paling bawah) bisa keluar dari kelas ini dan mengganggu pertumbuhan ekonomi," pungkasnya.

Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Analisis Prediksi Bursa Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2026: Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Usai Timnas Inggris Gagal ke Final Piala Dunia 2026, Gary Neville dan Roy Keane Saling Adu Pendapat
Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
