
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid. (Dok. Komdigi)
JawaPos.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan bahwa realisasi anggaran sepanjang 2025 tidak semata-mata dipandang sebagai pencapaian administratif. Namun diarahkan untuk memberikan manfaat konkret bagi masyarakat melalui penguatan akses digital, khususnya di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Selama tahun 2025, Kemkomdigi membukukan realisasi anggaran sebesar Rp 10,58 triliun dari total pagu pascablokir Rp 11,4 triliun, atau mencapai 94,9 persen. Penggunaan anggaran tersebut difokuskan pada keberlanjutan layanan digital strategis sekaligus percepatan pemerataan konektivitas di daerah yang selama ini masih mengalami keterbatasan akses.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menyampaikan bahwa capaian penyerapan anggaran tersebut menjadi cerminan komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan digital yang inklusif, bahkan di tengah proses penataan organisasi kementerian.
“Serapan anggaran ini bukan sekadar angka, tetapi upaya memastikan pembangunan infrastruktur digital benar-benar dirasakan masyarakat. Hingga akhir 2025, layanan 4G telah menjangkau 98,95 persen populasi penduduk. Ini langkah penting agar tidak ada wilayah yang tertinggal dalam transformasi digital,” ujar Meutya dalam Rapat Kerja bersama Komisi I DPR RI di Jakarta Pusat, Senin (26/1).
Upaya pemerataan akses tersebut diperkuat dengan pengoperasian 6.747 Base Transceiver Station (BTS) di kawasan 3T. Dari total tersebut, 3.262 BTS beroperasi di Papua untuk melayani kebutuhan komunikasi masyarakat setempat.
Selain itu, pembangunan jaringan tulang punggung fiber optik nasional kini telah menjangkau 5.253 kecamatan, sehingga memperkokoh fondasi konektivitas bagi layanan publik dan kegiatan ekonomi daerah.
Tidak hanya berdampak pada akses masyarakat, penguatan sektor digital juga mendorong peningkatan penerimaan negara. Sepanjang 2025, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kemkomdigi tercatat mencapai Rp29,3 triliun, atau 116,04 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp25,2 triliun.
Pencapaian tersebut diperoleh melalui optimalisasi pengelolaan sektor komunikasi dan digital, tanpa membebani masyarakat pengguna layanan.
“Penerimaan negara ini menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan program prioritas, terutama perluasan akses dan peningkatan kualitas layanan digital ke depan,” tambah Meutya.
Memasuki 2026, Kemkomdigi menegaskan komitmennya untuk mengelola belanja dan penerimaan negara secara transparan dan akuntabel, dengan orientasi pada dampak nyata bagi masyarakat. Mengusung semangat Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga, kementerian akan melanjutkan pembangunan infrastruktur digital sekaligus memperkuat aspek keamanan dan kedaulatan ruang digital nasional.
“Tantangan ke depan adalah memastikan teknologi digital tetap berpihak pada manusia. Dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan masyarakat, kami optimis digitalisasi dapat mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” tutup Meutya.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
