
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat kesepakatan bersama dengan Wakil Presiden Komisi Eropa untuk Keamanan Ekonomi, Maroš Šefčovič, Selasa (23/9). (Istimewa)
JawaPos.com - Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa kelapa sawit merupakan salah satu pilar ekonomi terpenting di Indonesia. Bahkan, surplus neraca perdagangan pada September 2025 mencatatkan kelapa sawit sebagai salah satu kontributor utama.
Hal ini disampaikannya pada sambutan virtual saat ingin membuka Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2025 di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, pada Kamis (13/11).
“Kelapa sawit tetap menjadi salah satu pilar ekonomi terpenting Indonesia. Pada September 2025, neraca perdagangan mencatat surplus USD 4,34 miliar, dengan kelapa sawit sebagai salah satu kontributor utama,” jelas dia.
Dari Januari hingga September, ekspor kelapa sawit Indonesia mencapai 28,55 juta ton, meningkat dibandingkan tahun lalu. Bahkan, India dan Tiongkok tetap menjadi pembeli utama, di samping Jepang dan Selandia Baru yang mencatatkan peningkatan permintaan.
“Harga rata-rata pembelian minyak sawit dan buah segar berada di kisaran Rp 3.000 per kilogram dan hal ini memberikan dampak positif bagi produsen maupun petani kecil,” jelas dia.
Untuk memastikan daya saing dan keberlanjutan, pemerintah juga memperkuat sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) untuk memastikan produksi kelapa sawit selaras dengan standar lingkungan dan global. Bahkan, sistem informasi ISPO yang menghubungkan validasi, sertifikasi, dan data perdagangan juga tengah dipersiapkan.
“Sistem ini meningkatkan transparansi dan memungkinkan pelacakan produk secara real-time,” ungkap dia.
Di sisi lain, Airlangga menjelaskan bahwa Indonesia juga sedang mengubah minyak sawit menjadi energi bersih yang berkelanjutan. Hal ini berdasarkan persiapan program biodiesel B50 yang dipersiapkan pada semester kedua tahun depan.
“Emisi gas rumah kaca kami telah berkurang sekitar 41,46 juta ton setara CO2. Kami juga sedang mempersiapkan pemanfaatan minyak sawit untuk bahan bakar penerbangan berkelanjutan dan diharapkan dalam dua hingga tiga tahun produk ini dapat mulai beroperasi,” bebernya.
Dia menekankan, minyak sawit terus memainkan peran kunci sebagai sumber energi, inovasi, dan kekuatan nasional. Indonesia tak boleh berhenti mengekspor bahan baku, tapi terus meningkatkan produk, menciptakan lebih banyak lapangan kerja, dan memperkuat industri.
“Salah satu contohnya adalah kerja sama antara PT Pindad dan BPDP dalam pengembangan produksi industri pertahanan. Inisiatif ini akan menggunakan sumber daya lokal, termasuk minyak sawit sebagai bahan baku utama,” tukas Airlangga.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
