[ Selasa, 21 April 2009 ]
Dicari, Kartini Masa Kini
Mati satu tumbuh seribu. Pepatah itu pernah populer di masa perjuangan dulu. Mati satu pahlawan akan diikuti oleh lahirnya seribu pejuang lainnya. Hari ini, 21 April, adalah hari kelahiran salah seorang pahlawan Indonesia, khususnya pahlawan untuk kaum perempuan. Dialah Raden Ajeng Kartini. Kini, setelah 105 tahun beliau meninggal, adakah seribu orang lainnya yang meneruskan perjuangan beliau? Adakah sosok Kartini masa kini yang sanggup memberikan "terang" untuk kaumnya?
Mayoritas responDet (70,5 persen) menyatakan belum menemukan sosok Kartini dalam diri perempuan Indonesia masa kini. Memang saat ini banyak bermunculan Kartini-Kartini modern. Namun, mereka belum kapabel buat disejajarkan dengan beliau (64,0 persen). Supaya bisa menyamai Kartini, perempuan masa kini harus punya potensi lebih. Bisa sukses di bidang masing-masing (30,2 persen) sehingga mampu membuat kaumnya disegani (48,8 persen).
Mirza Rachmadewi di SMPN 23 mengutarakan pendapatnya. Cewek yang akrab disapa Chacha ini mengaku bersyukur karena Kartini berhasil mengubah pandangan terhadap kaum wanita. Sehingga cewek sekarang bisa semaju kaum adam. "Tapi, agak prihatin juga sih. Soalnya, sekarang ini belum ada sosok Kartini baru yang bisa dikagumi seperti beliau. Emang banyak tokoh perempuan yang terlihat hebat atau aktivis-aktivis cewek, tapi belum bisa ngasih bukti nyata," paparnya.
Meski mengatakan belum ada tokoh perempuan yang bisa disebut the next Kartini, Chacha punya sosok yang dikagumi. "Buat aku sih, Artika Sari Devi paling mendekati sosok Kartini modern. Dia punya 4B. Brain, beauty, behaviour, juga brave. Mewakili Indonesia di ajang Miss Universe, sampai masuk 15 besar, bikin nama bangsa jadi dikenal kan? Tapi, Artika juga masih harus berbuat banyak untuk bisa benar-benar jadi sosok Kartini masa kini," tuturnya.
Next, masih suara dari perempuan. Kali ini giliran Mayang Intan Chintani di SMA Ipiems. Senada dengan Chacha, Mayang juga mengungkapkan kekecewaannya karena belum ada sosok yang dianggap bisa jadi Kartini modern.
Buat cewek kelas 10 ini, sosok Kartini modern nggak cukup hanya orang yang aktif terlihat di depan publik. "Kalau memang niat pengin jadi penerus Kartini, dia harus bisa membuat wanita jadi lebih disegani. Bukannya dipandang sebelah mata. Misalnya nih, koar-koar di TV bikin janji, tapi nggak ada realisasinya. Nggak banget tuh!" cetusnya.
Wah, yang dimaksud Mayang ini mungkin yang berasal dari kancah politik. "Iya. Caleg perempuan makin banyak, tapi nggak semua benar-benar pure berjuang untuk rakyat. Masih ada yang mengutamakan kepentingan pribadi. Nggak kayak Kartini yang rela berkorban untuk kaumnya. Sampai akhirnya berhasil bikin cewek diakui punya kemampuan sama dengan cowok," cuap Mayang panjang lebar.
Selanjutnya, kubu cowok ikut ngasih pendapat. Diwakili Habibi Rahman asal SMAN 21. Sejak mendengar kisah Kartini, cowok ini mengaku kagum terhadap sosok beliau. Penggemar futsal ini berharap agar perempuan-perempuan Indonesia bisa setangguh Kartini.
"Tapi, kok kayaknya belum ada yang bisa seperti ibu Kartini ya? Beliau kan bener-bener tulus berkorban memperjuangkan hak-hak cewek. Sementara itu, di era sekarang ini belum ada yang bisa menandingi apa yang sudah dilakukan oleh beliau," jelas cowok yang mengagumi sosok Ibu Sri Mulyani tersebut.
Hendra Santoso di SMP YP Trisila ikut menimpali. "Aku sendiri merasa cewek-cewek sekarang nggak meneruskan apa yang dirintis oleh Kartini dulu. Aku lihat temen-temen cewekku kebanyakan mikirin kepentingan sendiri, sering foya-foya, nggak niat sekolah. Kalau kayak gini, gimana mereka bisa maju?" kritiknya.
Hendra berharap, setelah ini bakal ada sosok penerus Kartini yang muncul. "Harus ada Kartini baru. Biar nggak ada lagi yang namanya diskriminasi gender. Semua cewek harus berlomba-lomba buat sukses. Oiya, selamat Hari Kartini ya!" (dee/nor)