Jum'at, 03 September 2010
 
[ Rabu, 09 Juli 2008 ]
Request Khusus dari Ortu
Disuruh Cari Pacar, ResponDet Nurut

Cukup Siti Nurbaya. Sekarang eranya Cinta Laura. Sudah bukan zaman lagi ortu menjodoh-jodohkan anaknya. Tapi, eits..., tunggu dulu. Saat ini, muncul kebiasaan baru di kalangan ortu. Mau tahu apa gerangan? Rupanya, beberapa ortu masa kini memodifikasi tindakan menjodohkan dengan memberikan titah kepada sang anak untuk mencari pacar.

Bagaimana tanggapan responDet? Sebanyak 70,5 persen di antaranya merasa bahwa tindakan tersebut wajar dilakukan oleh ortu. Di mata responDet, sikap ortu yang seperti itu menunjukkan bahwa mereka berjiwa muda (35,5 persen) dan perhatian sama anak (28,4 persen). Meski ada pula yang menganggap ortu terlalu ikut campur (22,1 persen).

Tapi, yang perlu dicatat, ternyata, lebih dari setengah (63,3 persen) responDet bakal langsung mengiyakan jika ortu mereka menyuruh untuk cari pacar.

Setidaknya, hal itu diakui Pramita Juita Sari asal SMKN 1. Dara berzodiak Scorpio ini menganggap bahwa ortu punya wewenang menyuruh anaknya cari pacar. "Tindakan itu sangat wajar. Ortu pasti pengin anaknya bahagia. Salah satunya, kalau punya pacar yang baik, bisa tambah semangat dan hidup lebih hidup," urainya.

Malah, menurut Pramita, punya ortu seperti itu pasti asyik. "Biasanya kan ortu mengekang anaknya. Nggak boleh pacaran dulu selama masih sekolah. Lha, ini malah nyuruh cari pacar. Berarti mereka pengertian banget sama anak. Berjiwa muda," papar cewek yang doyan bakso itu.

Nggak heran, jika suatu saat ortunya melakukan tindakan serupa, Pramita nggak ragu untuk mengiyakan. "Aku pasti langsung bilang, 'Siap, bos'!" ucapnya lantas tergelak. "Kapan lagi dikasih kebebasan sama ortu buat pacaran," lanjut cewek yang notabene selama ini masih dilarang untuk berpacaran itu.

Komentar berikutnya datang dari Ella Agustin. Cewek yang sekolah di SMAN 18 ini menganggap usaha yang dilakukan ortu tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap anak. "Permintaan dari ortu supaya cepat cari pacar nunjukin bahwa ortu perhatian banget sama anaknya. Jarang-jarang lho ada ortu yang seperti itu," tutur cewek yang bercita-cita menjadi guru TK itu.

Kalau permintaan itu dialamatkan ke kamu, gimana? "Yah, kalau mungkin, kenapa nggak? Tapi, sangat mungkin aku turutin kok. Nyenengin ortu apa salahnya," ujarnya centil. Nggak cuma nyenengin ortu, tapi nyenengin kamu juga kan. He he...

ResponDet berikut ini sejatinya juga melumrahkan "order" dari ortu buat anaknya untuk segera mencari pacar. "Namanya ortu, pasti pengin yang terbaik buat anaknya," kata Fabian Yohanis dari SMP 39. Tapi, Fabian buru-buru melanjutkan, maksud baik ortu itu harus disesuaikan sama kondisi anak. Sebab, jika berlebihan, takutnya malah jadi bumerang. "Bisa-bisa, si anak merasa ortunya terlalu ikut campur," tegas Fabian.

Apalagi, buat cowok yang hobi renang itu, pacaran mestinya bisa dinikmati anak tanpa harus di-deadline ortu. "Gimana mau maksimal nyari pacar kalo tiap saat ditagih ortu," ujarnya. Hmm... iya juga sih. (yog/nor)