Uenak Tenan, Rek! Makanan Khas Surabaya yang Bikin Tambah Gendut


Semanggi Suroboyo, lontong balap WonokromoDimakan enak sekali, sayur semanggi krupuk puli bung... mari...Harganya sangat murah, sayur semanggi Suroboyo

Rabu, 31 May 2017 19:43
PENULIS : ADINDA AZMARANI | EDITOR : DHIMAS GINANJAR

Semanggi Suroboyo, lontong balap Wonokromo

Dimakan enak sekali, sayur semanggi krupuk puli bung... mari...

Harganya sangat murah, sayur semanggi Suroboyo

MEMBACA lirik lagu ciptaan S. Padimin itu saja mungkin sudah bikin perut arek-arek Suroboyo keroncongan. Rabu (31/5) Kota Pahlawan memperingati HUT ke-724. Supaya feel-nya makin terasa kental di sanubari, boleh lah kita berburu kuliner khas Kota Surabaya. Mulai lontong balap, lontong kupang, rujak cingur, tahu tek, pecel semanggi, hingga si kuah hitam rawon. Awas ngiler, rek!

Tidak ada aturan jelas makanan apa saja yang termasuk khas Surabaya. Ada beberapa di antaranya yang terpengaruh dari kota-kota sekitar Surabaya, misalnya Sidoarjo, Lamongan, bahkan Madura. Namun, berbicara tentang kuliner Jawa Timur, khususnya Surabaya dan sekitarnya, ada satu bahan yang nyaris tidak pernah absen. Yakni, petis. 

Petis merupakan saus yang terbuat dari air rebusan ikan, udang, dan kupang. Kemudian, dimasak dengan gula batok atau gula merah yang membuat warnanya begitu cokelat atau hitam pekat. Rasanya gurih, legit, dan aromanya kuat. Selain nikmat dijadikan cocolan gorengan, petis menjadi bumbu penyedap kuliner Surabaya dan sekitarnya.

Misalnya, Tahu Teck-Teck Pak Ali yang legendaris. Warung yang buka sejak 1970-an tersebut kini dikelola oleh generasi kedua, yakni putra Pak Ali. Ketika ditanya apa yang bikin tahu teknya berbeda, Barokah, putra keempat Pak Ali, dengan tegas menyebut petis. ’’Petisnya dimasak lagi, dibumbui lagi dengan bawang putih dan gula merah. Takarannya pas. Jadi, rasanya lebih gurih dan sedap,’’ kata Barokah.

Begitu juga halnya dengan pecel semanggi. Makanan yang mulai langka di Surabaya itu sekilas mungkin mirip dengan pecel pada umumnya. Namun, sausnya terbuat dari campuran ubi, kentang, kacang tanah, dan kemiri. Kemudian, dicampur dengan petis. ’’Kalau beli di pasar, bilang saja sama penjualnya, minta ’petis yang enak’. Ini bikin rasanya beda sama pecel lainnya,’’ kata Sugiati, penjual pecel semanggi di Taman Bungkul, Surabaya.

Petis juga menjadi kunci penyedap lontong kupang. Salah satu di antaranya, lontong kupang Cak Woko. Pria berusia 56 tahun tersebut mengatakan bahwa petis yang digunakan pada lontong kupang berbeda dengan petis pada rujak cingur. ’’Petis rujak cingur itu cenderung lebih gurih, nggak cocok sama kupang,’’ kata pria bernama asli Suwoko tersebut. 

Karena itu, digunakan petis yang rasanya lebih manis. Harganya lebih murah daripada petis rujak. Woko mengatakan bahwa biasanya satu kilogram petis manis dicampur dengan sekitar satu ons petis rujak. Itu dilakukan agar aromanya tidak terlalu tajam. Nah, asyik kan. Selamat berburu kuliner Surabaya! Jangan kaget kalau timbangan bergerak ke kanan dalam waktu singkat, ya. (adn/c4/na) 

Lontong Kupang Pak H. Woko

Lontong Kupang Pak H. Woko

Jalan Kalasan No 30, Surabaya

Harga: Rp 10 ribu

Umumnya, penjual lontong kupang mencampur kupang dengan kuahnya dalam satu tempat yang sama. Tapi, hal itu tak dilakukan Pak Suwoko atau biasa disapa Woko. Dia menjual kupang dengan kuahnya secara terpisah. Saat ada pelanggan yang memesan, baru kupang dan kuah disajikan dalam satu piring bersama dengan lontong dan petis. Hal itu dilakukannya supaya kupang tetap fresh. ’’Ini juga menunjukkan bahwa kupang di sini bersih. Dicuci sampai benar-benar tak ada kotoran. Berbeda dengan tempat lain,’’ kata Woko.

Benar saja. Kupangnya memang terlihat putih. Terasa fresh dan kenyal ketika disantap bersama kuahnya yang manis. Jangan lupa, comot sate kerang yang dibumbui minimalis dengan kecap manis sebagai teman makan. Es degan menjadi minuman yang pas. Selain melegakan tenggorokan, air kelapa muda berfungsi menetralisasi racun dari kupang yang mungkin masuk ke tubuh.

Rujak Cingur Genteng Durasim

Rujak Cingur Genteng Durasim

Jalan Genteng Durasim No 29, Surabaya

Harga: Rp 25 ribu (rujak cingur biasa), Rp 35 ribu (rujak cingur spesial)

Warung rujak cingur yang satu ini cukup legendaris. Berdiri sejak 1938, kini warung tersebut dikelola generasi keempat. Dalam bahasa Indonesia, cingur berarti hidung. So, hidung sapi adalah bahan utama dalam rujak cingur. Di sini ada dua jenis rujak cingur yang ditawarkan, yakni yang biasa dan spesial. 

Rujak cingur biasa terdiri atas potongan tahu dan tempe goreng, mentimun, nanas, mangga muda, bengkuang, mi kuning, plus tentu saja cingur. Kemudian, di atasnya disiram saus rujak. Legit manisnya saus kacang dan petis berpadu dengan bahan-bahan yang fresh. Uenak! Bedanya dengan yang spesial, rujak cingur biasa diberi campuran cecek atau kulit sapi. 

’’Kalau yang spesial, tanpa cecek. Hanya cingur. Bumbunya pun lebih nendang,’’ kata Hendri Sudikto, pemilik warung tersebut. Sayangnya, rujak cingur spesial dijual terbatas. Biasanya sebelum pukul 12.00, rujak cingur spesial sudah ludes.

Lontong Balap Pak Gendut

Lontong Balap Pak Gendut

Jalan Prof Dr Moestopo 11, Surabaya 

Harga: Rp 14 ribu

Cara membikin lontong balap sangat sederhana. Petis, cabai merah, dan bawang goreng dicampur di atas piring, kemudian diberi tauge, potongan tahu goreng, dan lentho. Baru setelah itu, disiram kuah kaldu udang yang aromanya super-yummy. Cara makannya pun harus diaduk dahulu supaya petis yang berada di dasar piring bisa bercampur dengan kuah.

Tauge yang dibiarkan setengah matang bertekstur crunchy pas dinikmati dengan tahu yang lembut dan kuah yang gurih. Boleh juga dinikmati dengan sate kerang sebagai pelengkap. Lentho di sini juga tak dibuat sembarangan lho. ’’Seratus persen dari kacang merah. Tanpa campuran, jadi rasanya orisinal,’’ kata Aris Taufik, putra tunggal Cak Gendut.

Lontong balap dimasak di dalam periuk tanah liat di atas tungku arang. Dengan begitu, aroma dan tekstur taugenya terjaga. 

Tahu Teck-Teck Pak Ali

Tahu Teck-Teck Pak Ali

Jalan Dinoyo 147, Surabaya

Harga: Rp 11 ribu

Seperti kebanyakan tahu tek pada umumnya, Tahu Teck-Teck Pak Ali terdiri atas potongan tahu goreng, lontong, telur dadar, dan kecambah kecil. Bedanya, racikan saus petisnya lebih nendang. Barokah, putra keempat almarhum Pak Ali yang mengelola warung tersebut, mengatakan bahwa petisnya diolah lagi dengan gula merah dan bawang putih. Alhasil, warnanya pun lebih pekat. 

Rasa sausnya cenderung manis. Tapi, sangat pas dengan beragam isiannya. Jangan lupa, tambahkan kerupuk supaya lebih maknyus. Cukup mengenyangkan, tapi tak bikin perut terlalu penuh. Tahu tek memang paling pas dinikmati saat malam sebagai teman begadang. Karena itu, warung ini biasa banjir pengunjung pada pukul 18.00 hingga 23.00.

Pecel Semanggi

Pecel Semanggi

Taman Bungkul Surabaya

Jam Buka: Random, tinggal cari saja ibu-ibu penjual yang stand by

Harga: Rp 8 ribu

Disebut-sebut sebagai makanan asli Surabaya, pecel semanggi sempat jarang dijumpai. Sebab, penjual biasanya berkeliling. Kini makin banyak yang menetap di satu tempat, misalnya di taman. Salah satu yang mudah ditemui adalah pecel semanggi Ibu Sugiati di Taman Bungkul, Surabaya. 

Berbeda dengan pecel madiun, pecel semanggi terdiri atas tauge dan daun semanggi. Di atasnya diberi saus yang terbuat dari kacang, ubi, dan kentang. Disajikan sederhana di atas daun pisang, kemudian disantap dengan kerupuk puli yang terbuat dari beras (saking lebarnya kerupuk, bisa dipotong dan dijadikan sendok). Bumbunya tak terlalu manis dan sedikit lebih kental daripada pecel biasa. Meski sederhana, rasanya unik dan khas. Seolah mengajak kita bernostalgia ke Surabaya tempo dulu. 

Rawon Pak Pangat

Rawon Pak Pangat

Jalan Ketintang Baru Selatan I/15, Surabaya

Harga: Rp 22 ribu

Ke Surabaya tak lengkap rasanya kalau tak mencicipi rawon. Ada banyak sekali penjual rawon terkenal di Surabaya. Misalnya, rawon setan. Namun, Rawon Pak Pangat tak kalah tenar. Spesialisasinya adalah rawon suwir. Daging sapinya disajikan dengan disuwir-suwir sehingga lebih mudah saat disantap dengan kuah hitam yang gurihnya nendang banget! Makin lengkap disantap selagi panas dengan telur asin. Rasanya jadi lebih creamy.

Selain rawon suwir, ada rawon krengsengan dan rawon campur. Sesuai namanya, rawon krengsengan merupakan campuran rawon dan krengsengan. Rasa manis dari bumbu kacang krengsengan dan gurihnya rawon menyatu dalam satu menu. Sedangkan rawon campur merupakan campuran suwiran daging dan krengsengan yang disiram kuah rawon.

#kuliner khas surabaya #kuliner surabaya #rawon #lontong kupang #ulang tahun surabaya #tahu tek #semanggi

Adinda Azmarani
Jawa Pos 2017
Other Cover Stories
 Top
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia